Tag Archives: Sistem Penanaman Pohon Sengon

Pengaruh Pemangkasan Tanaman Sengon terhadap Tanaman Sela dalam Sistem Agroforestri

Pengaruh Pemangkasan Tanaman Sengon terhadap Tanaman Sela dalam Sistem Agroforestri

Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan tenaga kerja yang mereka miliki. Cara yang paling banyak dimanfaatkan oleh para petani adalah meningkatkan intensitas penanaman dan keanekaragaman tanaman. Biasa disebut dengan pola pertanaman ganda, sementara dalam istilah kehutanan sering disebut dengan agroforestri.

Pohon sengon sebagai tanaman pokok banyak dimanfaatkan dalam sistem agroforestri, cara ini banyak dilakukan oleh dengan penerapan jenis tanaman sela yang sesuai dengan tanaman sengon hingga umur tertentu. Berbagai tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman sela yaitu diantaranya jagung dan cabe rawit.

Memang sistem agroforestri ini banyak memberikan pengaruh positif, akan tetapi kerusakan hutan yang belum dapat dikendalikan secara penuh. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penyesuaian terhadap umur sengon, sesuai dengan perum perhutani, petani pengelola lahan dengan sistem agroforestri hanya diperkenankan 15-24 bulan maksudnya yaitu tanaman sela diantara tanaman sengon yang berumur 15 bulan atau 24 bulan menyebabkan pertumbuhan sengon terganggu, selain itu juga dapat menurunkan produktivitas tanaman sela.

Dengan peraturan tersebut, setelah 15-24 bulan para petani harus berpindah ke tempat lain untuk memulai lagi sistem agroforestri. Tentu dengan hal ini Perum Perhutani harus menyediakan lahan yang baru karena selain bermanfaat untuk petani, juga dapat mengurangi kerusakan hutan yang saat ini masih cukup sulit dikendalikan.

Memang salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan cara memperpanjang masa pengelolaan lahan dengan sistem agroforestri lebih dari 24 bulan. Akan tetapi tanaman sengon saat sudah berusia 2 tahun, akan membentuk kanopi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sela. Untuk menguranginya dapat dilakukan pemangkasan secara teratur. Hasil pangkasan tersebut dapat sebagai sumber bahan organik untuk memperbaiki produktivitas tanah.

Pemangkasan tanaman sengon sendiri bertujuan ini bertujuan agar batang sengon tidak memiliki cabang hingga bertumbuh dan siap dipanen. Lalu apa pengaruh terhadap tanaman sela jika dilakukan dengan sistem agroforestri? Ternyata selain bertujuan agar pohon sengon tidak bercabang, pemangkasan juga berfungsi untuk memberikan celah bagi tanaman sela agar dapat menikmati cahaya matahari yang masuk.

Dengan semakin banyaknya melakukan pemangkasan cabang pohon sengon, ternyata pertumbuhan tanaman sela seperti jagung dan cabe rawit justru pertumbuhannya semakin baik. Tanaman sela seperti jagung dan cabai justru mendapatkan celah yang lebih untuk sinar matahari agar dapat masuk dan pertumbuhan tanaman sela pun semakin baik. Memang pada umumnya tanaman lebih cepat tumbuh apabila diberi pupuk yang teratur, namun untuk penanaman sistem agroforestri justru tanaman sela dapat tumbuh dengan baik dengan adanya pemangkasan cabang sengon.

Penanaman pohon sengon dengan sistem agroforestri ternyata dapat memberikan penghasilan tambahan, namun hal ini masih terdapat kendala, seperti adanya peraturan pembatasan penanaman dengan sistem agroforestri tersebut yaitu hanya dapat diberlakukan hingga 2 tahun, sehingga saat masa kontraknya sudah habis para petani harus berpindah ke tempat lain untuk memulai kembali penanaman dengan sistem agroforestri.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Sistem Penanaman Pohon Sengon, Sistem Agroforestri, Pengaruh Pemangkasan Cabang Sengon, Pengaruh Terhadap Tanaman Sela