Tag Archives: Sengon Lokal

Menanam Sengon Kultur Jaringan di Bandingkan Sengon Lokal

Menanam Sengon Kultur Jaringan di Bandingkan Sengon Lokal

Budidaya Sengon Solomon Lebih Prospek daripada Sengon Lokal. Sengon solomon yang unggul dalam percepatan tumbuh menjadi incaran para pekebun. Tak heran banyak penjual bibit menawarkan benih atau bibit sengon solomon. Dr Eko Bhakti Hardiyanto di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada menyarankan pekebun mesti berhati-hati. “Perlu dipertanyakan asal-usul benihnya. Pasalnya, sulit mendapatkan benih sengon solomon,” ujarnya.

Pembeli rawan tertipu lantaran sulit membedakan bibit sengon solomon dan sengon lokal. “Bagi orang awam sulit melihat perbedaan sengon solomon dan lokal,” kata Dr Ir Ulfah Juniarti Siregar MAgr, periset di Departemen Silvikultur, Institut Pertanian Bogor.

Pilih Benih Sengon Solomon

Eko lebih menyarankan pekebun membeli benih (berupa biji) daripada bibit sengon solomon. Sebab, membedakan benih sengon solomon relatif lebih mudah dibanding bibit. Ukuran benih solomon lebih besar dibanding benih sengon lokal. Panjang benih sengon lokal 4-5 mm. Benih solomon berukuran hampir dua kali lipat, 8-9 mm. “Satu kilogram benih sengon lokal rata-rata terdiri atas 40.000 biji, sementara solomon hanya sekitar 25.000 biji,” ujar Eko.

Achmad Djumat, penangkar benih di Bogor, Jawa Barat, sepakat. “Benih sengon solomon lebih besar daripada sengon lokal,” ujar pensiunan peneliti di Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor itu. Warna benih solomon juga berbeda. Benih solomon berwarna hijau kebiruan, benih sengon lokal, kecokelatan dan ada garis tengahnya.

Jika mencermati bibit, menurut Ahmad ciri khusus sengon solomon terlihat dari ukuran daun. Daun sengon solomon lebih besar daripada sengon biasa. “Beda ukurannya hanya sedikit sekali,” ujarnya menegaskan.

Agus Sumarno, pekebun sengon solomon di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengatakan hal serupa. Saat tanaman sudah besar, perbedaan sengon solomon terlihat pada daun. Ia yang mengamati sejak bibit hingga panen berkesimpulan, daun solomon lebih lebar dan hijau muda. “Daun sengon lokal cenderung lebih kecil dan warna hijaunya lebih pekat,” ujar Agus.

Bibit Sengon

Bibit Sengon

Budidaya Sengon Solomon Cepat tumbuh

Perbedaan paling mencolok sengon solomon terlihat dari percepatan tumbuh tanaman. Ulfah menuturkan, perbandingan pertumbuhan sengon solomon 2 kali lipat dari sengon biasa. Jika pada umur 2 tahun sengon biasa berdiameter 7 cm, solomon mencapai 14 cm. Sengon solomon juga relatif lebih tinggi tanamannya. Selain itu, “Kayu lurus dan percabangan sedikit,” ujar Ulfah.

Menurut Sukandar dari PT Sumber Graha Sejahtera untuk membedakan bibit sengon solomon memang agak susah. “Hampir sama dengan sengon biasa,” ujarnya. Ketika sudah tumbuh besar batang relatif lebih lurus dan sedikit percabangan. Dari sisi kayu, “Sengon solomon memiliki serat yang rapat tetapi ringan,” ujarnya.

Sayangnya, percepatan tumbuh yang baik itu tidak diikuti dengan percepatan kemampuan berbuah. Pengamatan Achmad, sengon solomon di Indonesia sulit berbuah. Akibatnya, kemampuan menghasilkan benih juga berkurang. Sengon lokal rata-rata mampu berbuah pada umur 3-4 tahun. Sengon solomon yang Achmad lihat di Litbang Kehutanan di Kotamadya Bogor baru berbuah pada umur 10 tahun. “Buahnya hanya sedikit dan ketika ditanam kembali malah tidak tumbuh,” ujarnya.

Sifat sengon solomon yang cepat tumbuh dan sulit berbuah menyebabkan harga benih sengon solomon menjadi mahal. Sebagai perbandingan, harga jual benih sengon lokal Rp150.000, sengon merah Rp350.000 per kg, sengon solomon Rp900.000-Rp2-juta per kg.

Bagaimana dengan bibit hasil kultur jaringan? Ulfah menjelaskan, penanaman sengon solomon juga bisa berasal dari bibit hasil kultur jaringan. “Seharusnya penanaman sengon solomon dari benih maupun hasil kuljar hasilnya sama. Tapi tidak menutup kemungkinan di kultur jaringan terjadi mutasi,” ujar Ulfah. Menurut Iwan Gunawan, di bagian kultur jaringan PT Biohutanea, membudidayakan sengon solomon asal benih memang lama, lebih dari 5 tahun. “Tingkat kemurnian benih hanya 5%,” ujarnya. Sementara dari kultur jaringan kualitas 95% hampir sama dengan induk sehingga bibit lebih terjamin.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Arena kemampuan menghasilkan benih sengon solomon terbatas, banyak peneliti yang menyangsikan kemurnian benih sengon solomon yang dijual. Termasuk Ir M Zanzibar MM, peneliti di Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor. “Pekebun harus hati-hati ketika menyebut sengon solomon,” ujar Zanzibar. Sebab, banyak pedagang melabeli sengon lokal sebagai sengon solomon karena pertumbuhannya yang bongsor. Eko menyarankan, penjual bibit sengon solomon sebaiknya memiliki sertifikat dari Kementerian Kehutanan agar pembeli percaya. (majalah trubus)

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

085 748 491242

Kata Terkait :Pohon Sengon, Kayu Sengon, Budidaya Sengon, Menanam Sengon, Kultur Jaringan Sengon, Sengon Lokal

 

Advertisements