Penyakit Sengon

Penyakit Karat Tumor

Hama dan Penyakit Karat Tumor Pada Tumbuhan Sengon

Hama dan Penyakit Karat Tumor Pada Tumbuhan Sengon

Penanaman pohon didalam hutan merupakan suatu kegiatan yang memiliki berbagai fungsi baik untuk produksi maupun perlindungan, dalam penanamannya bila direncanakan dengan baik maka akan diperoleh pula kestabilan lingkungan. namun dalam penanamannya masih cukup banyak menemui kendala diantaranya terserangnya pohon oleh hama maupun penyakit yang umum menyerang suatu tanaman seperti halnya tanaman sengon.

Dalam penanaman pohon sengon, hama dan penyakit memang sering menyerang pohon ini diantaranya adalah hama dan penyakit karat tumor. Jenis seperti ini memang salah satu penyebab kerusakan hutan. Penyakit hutan dapat menimbulkan kerugian antara lain mengurangi kuantitas dan kulaitas hasil, tentu dengan hal ini biaya produksi pun menjadi meningkat. Menurut penelitian sejak tahun 2003 sampai saat ini penyakit karat tumor hampir menyerang seluruh area pertanaman pohon sengon yang belum bisa sepenuhnya teratasi. Yang mana menyebabkan penurunan kualitas kayu sengon sehingga daya jualnya pun turut menurun.

Sebenarnya apa hama dan penyakit itu? Hama adalah semua binatang yang menimbulkan kerugian seperti serangga, tikus, tupai dan beberapa hewan lainnya sehingga banyak yang beranggapan jika hama itu layaknya hewan serangga. Sedangkan pengertian penyakit yaitu karena adanya proses fisiologis yang disebabkan oleh gangguan secara terus menerus yang mengakibatkan aktivitas jaringan tidak normal.

Penyakit Karat Tumor

Penyakit Karat Tumor

Lalu apa saja faktor yang menyebabkan hama dan penyakit dapat berkembang dengan baik?

Berikut faktor yang menyebabkan hama dan penyakit dapat berkembang

  1. Tanaman inang (tanaman hutan) yang rentan dengan jumlah yang cukup
  2. Adanya hama yang ganas
  3. Kondisi lingkungan yang mendukung hama dan penyakit dapat berkembang denga baik
  4. Faktor manusia

Dalam perkembangannya hama dapat menyerang tanaman mulai dari biji, bibit, tanaman muda dilapangan, siap hingga sampai berada ditempat penyimpanan. Hama bisa menyerang diseluruh bagian tanaman mulai dari akar, batang sampai daun. Maka dari itu perlindungan perlu dilakukan apalagi jika serangan sudah cukup besar. namun hal ini biasanya belum begitu terasa jika dalam penyerangannya masih skala kecil, namun saat sudah cukup luas tentu akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Penyakit tumbuhan yang dapat menyerang tumbuhan sengon seperti penyakit karat tumor juga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah jamur karat yang sifatnya parasit dan dapat hanya saat memarasit jaringan hidup. Penyakit karat tumor dapat menular melalui penyebaran teliospora dengan bantuan air (embun), angin, serangga dan manusia. Teliospora dapat berkembang dengan baik jika adanya faktor pendukung seperi kondisi yang berkabut atau gelap yang air yang cukup.

Budidaya-tanaman-sengon-lapak-nasa

Pada tumbuhan sengon, bagian pada batanglah yang merupakan bagian yang paling rentan terhadap penyakit fungi karat ini. meskipun fungi karat ini dapat tumbuh karena kondisi yang lembab, namun pada musim kemarau masih dapat bertahan hidup pada bagian tanaman yang terserang. Apalagi saat musim penyerangannya akan semakin menyebar. Untuk mengatasi serangan fungi karat ini maka pada tahun 2008 dari bulan Maret sampai Oktober dilakukan uji coba untuk pengendalian penyakit ini yang bertempat di Kediri dan Ciamis untuk pohon sengon yang berumur 1 tahun dengan jarak tanam 2m x 3 m yang terletak di petak 110a. Yang terletak didalam wilayah Resor Polisi Hutan (RPH) Pandantoyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pare, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 381 m-561m diatas permukaan laut, bertopografi datar sampai bergelombang dengan kemiringan dibawah 10 persen. Pada uji coba ini pengendalian karat tumor dapat menggunakan kapur : belerang (1:1) : garam (10:1) kapur : garam (10:1), untuk pengendaliannya dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya:

  1. Dapat dilakukan dengan cara pemangkasan
  2. Karat tumor dapat dikumpulkan kemudian dimasukkan dalam lubang lalu ditutp
  3. Pemberian perlakuan diatas dengan cara melabur ke seluruh permukaan batang utama dan penyemprotan ke seluruh permukaan pohon
  4. Dapat dilakukan setiap dua minggu sekali, untuk perhitungan jumlah karat tumor dapat dilakukan satu bulan sekali pada setiap satu bulan sekali.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

0821 3755 7003

Kata Terkait : Tanaman Sengon, Pohon Sengon, Penyakit Sengon, Hama Sengon, Pengendalian Penyakit, Pengendalian Hama, Tumbuhan Sengon, Kayu Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Advertisements

Penyakit Ulat Kayu Pada Sengon dan Cara Menanggulanginya

Penyakit Ulat Kayu Pada Sengon dan Cara Menanggulanginya

Pohon sengon merupakan salah satu pohon yang saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk di tanam di kebun atau lahan miliknya. Harganya yang cukup tinggi di pasaran makin menggairahkan bisnis perkayuan di Indonesia. Sengon sendiri yang berasal dari bibit unggul bisa mulai di panen pada saat umur 5-7 tahun. Sedangkan sengon lokal bisa mencapai umur 10 tahunan baru bisa di panen.

Di samping mengetahui pemeliharaan ,petani juga harus mengetahui berbagai penyakit yang menyerang tanaman sengon agar bisa mengendalikan saat hama penyakit itu datang. Penyakit tanaman sengon sangat bervariasi. Dan bisa menyerang jenis sengon mana saja.

Seperti halnya yang menyerang pada kebun sengon di daerah Klaten. Sengon yang mereka tanam mendapat serangan ulat kayu. Serangan ulat kayu ini termasuk sulit di berantas. Ulat yang menjadi pemacunya berada di bagian dalam kayu. Hama ulat kayu menyerang bagian kambium dan kayu yang masih berumur muda. Bila sampai menjalar ke area kebun secara meluas, bukan tidak mungkin petani akan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Munculnya ulat  kayu ini disebabkan oleh pemupukan yang  tidak tepat. Jadi untuk menghindari dari serangan ulat kayu, pupuk kandang yang digunakan harus yang sudah jadi. Biasanya pada saat kita akan menggunakan pupuk, kita terlebih dahulu mengeringkan dan memberi kapur agar segala bakteri mati.

Jika kita menggunakan pupuk yang belum matang/ jadi maka ada kemungkinan sengon yang kita tanam akan terjangkit penyakit ulat kayu.  Ulat kayu tersebut sebesar kelingking dan akan memakan kambium dan bisa menyebabkan batang keropos dan mudah patah. Apalagi yang menjadi sasaran ulat kayu adalah sengon yang masih muda.

Tanaman yang diserang  mempunyai ciri fisik seperti batang berlubang dan banyak kotoran berwarna merah pada bagian batang yang diserang. Pohon yang diserang akan mudah patah. Penyakit ini biasanya datang pada saat musim hujan.

Cara menanggulangi penyakit ulat kayu

Jika ulat kayu sudah merajalela dan terlanjur sulit untuk di berantas, maka terpaksa harus di panen lebih awal. Hal itu untuk mengurangi kerugian akibat penyakit ulat kayu. Juga agar kerusakan tidak semakin parah. Jadi tanaman sengon yang seharusnya di panen pada umur 10 tahun, akhirnya terpaksa di panen pada umur 5 tahunan.

Ada beberapa masyarakat yang mencoba memberantas ulat kayu dengan cara kayu di kupas kulitnya, kemudian pada bagian yang terkena ulat kayu dibersihkan. Cara ini memang memakan waktu yang agak lama, terutama bila yang mendapat serangan ulat kayu ini berada di area yang luas. Bila sengon yang dikupas masih kecil atau berumur muda maka masih ada kemungkinan sengon dapat tumbuh kembali walaupun pertumbuhan akan kurang optimal di bandingkan sengon yang tidak mendapatkan serangan ulat kayu.

Pohon Sengon

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 0821 3755 7003

Kata Terkait : Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Penyakit Sengon, Pengendalian Penyakit Sengon, Penyakit Ulat Kayu, Penjual Kayu Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Pengendalian Hama Terhadap Tanaman Sengon

Pengendalian Hama Terhadap Tanaman Sengon

Sengon yang biasa disebut dengan albasiah, memiliki nama sebutan lain dibeberapa daerah seperti sengon laut dan sengon putih di Jawa, jeungjeng di Sunda, Tawa di Ternate dan goseu di Tidore. Pohon sengon memang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena daya gunanya yang cukup tinggi. Daya ekonomis pohon sengon juga cukup tinggi diantaranya untuk bahan bangunan, peralatan barang kerajinan, maupun bahan baku industri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun dalam penanaman pohon sengon, semakin  bertambahnya umur penebangan kemungkinan sengon akan terserang hama maupun penyakit yang bertambah pula, hal ini tentu menyebabkan kerugian yang cukup besar. Biasanya hama dan penyakit akan menyerang pada akar hingga batang sengon.

Ada beberapa hama sengon yang umum kita jumpai diantaranya

  1. Hama Ulat Kupu Kuning

Hama ulat kupu kuning akan menyerang tanaman sengon pada bagian daunnya baik saat dipersemaian maupun sudah dilahan. Pada tanaman sengon dewasa dilahan yang terserang hama ini akan menjadi gundul. Namun tanaman sengon dewasa akan bertunas kembali, lain halnya dengan tanaman sengon di persemaian serangan hama yang dilakukan secara berulang-ulang akan menyebabkan tajuk kering dan mati.

Hama ulat kupu kuning ini bermetamorfosis dalam beberapa tahap:

  1. Ulat
  • Berwarna putih dan berbentuk lonjong
  • Lama bertelur 3-4 hari
  • Ulat berwarna hijau dengan garis putih yang memanjang pada sisi badan.
  • Lama stadium ±17 hari.
  1. Kepompong berwarna kehitam-hitaman
  • Panjang ± 15 hari
  • Lama stadium kepompong 5-6 hari
  1. Kupu-kupu bersayap kuning dengan garis hitam ditepi
  • Terbang dengan lincah dan biasa meletakkan telur pada daun sengon yang rendah
  • Lama stadium kupu-kupu ± 10 hari

Pengendalian hama ulat kupu kuning ini pada persemaian bisa menggunakan insektisida sistemik (a.1 Dimecion, perfection azodrin) disiramkan pada perakaran bibit dengan takaran 2-4 cc/liter. Insektisida akan terbawa air dari akar kedaun sehingga daun akan mengandung racun dan mematikan ulat yang memakannya.

  1. Ulat Uter (Boktor, Wowolan)

Ulat uter akan menggerek pada batang sengon, gejala awal yaitu perubahan warna kulit batang, yang mulanya berwarna putih keabu-abuan menjadi merah kecoklatan. Serangan pada kayu gubal yang kemudian berlanjut disekeliling batang menyebabkan tajuk dibagian atas menguning, daun gugur dan akhirnya mati. Lubang pada batang sengon dengan panjang kisaran 6-18 cm dengan diameter 15-20 mm dan mengarah keatas. Serangan ini dimulai dari saat sengon berumur 3 tahun dan semakin tua penyerangan akan semakin meningkat.

Ciri-ciri Serangga

  1. Awalnya berwarna hijau kekuningan kemudian berubah menjadi kuning keras.
  2. Telur berkelompok dengan perekat yang tidak berwarna.
  3. Telur berkelompok pada bekas patahan cabang atau retakan kulit bekas serangan lama
  4. Berbentuk lonjong
  5. Stadium telur lamanya 18-25 hari

Pengendalian hama uter bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu

  1. Pengamatan sejak pohon sengon berusia 3 tahun hingga serangan hama dapat diketahui sejak dini
  2. Serangan awal bisa diketahui dengan permukaan kulit batang retak-retak dan terdapat kotoran/ cairan berwarna merah kecokelatan
  3. Bagian batang yang terserang sebaiknya segera dikupas dan ulat yang berada dibawah kulit dikeluarkan secara manual dan dimusnahkan
  4. Bagi tanaman sengon yang mengalami serangan lanjut, bisa diberikan insectisida sismetik seperti furadan gl dengan dosis 200-300 gram per batang. Ditaburkan pada sekeliling batang
  5. Sebaiknya sengon ditanam dengan sistem campuran dengan tanaman lain yang tidak menjadi inang serangga ini.
  6. Ulat yang baru menetas berbentuk silinder dengan warna putih kekuning-kuningan
  7. Menggerek kulit batang dan masuk kebagian kayu gubal
  8. Kepompong berwarna putih kekuning-kuningan
  9. Lama stadium ± 18 hari
  10. Kumbang aktif pada waktu senja sampai malam hari dan tidak tertarik oleh cahaya lampu
  11. Berwarna coklat kekuning-kuningan
  12. Waktu perkawinan dan bertelur terjadi beberapa jam, setelah kumbang keluar
  13. waktu bertelur selama satu hari dan hanya bertelur sekali selama hidup
  14. penyebaran ke tempat yang jaraknya jauh dibantu oleh tiupan angin.

Itulah beberapa cara dalam pengendalian hama penyakit. Setiap tanaman memang sering mendapat serangan hama maupun penyakit, baik yang dapat mematikan atau yang hanya bersifat sementara. Namun hal ini cukup merugikan bagi banyak petani, maka dari itu pengendalian hama perlu dilakukan untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman sengon.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

0821 3755 7003

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Hama Sengon, Penyakit Sengon, Penanggulangan Penyakit Sengon, Pengendalian Hama Sengon

 

Pohon Sengon

Pembuatan Parit Isolasi untuk Mengatasi Penyakit Jamur Akar Merah pada Pohon Sengon

Pembuatan Parit Isolasi untuk Mengatasi Penyakit Jamur Akar Merah pada Pohon Sengon

 

Produksi pengolahan kayu sengon dalam beberapa tahun belakang mengalami peningkatan ,permintaan akan kayu sengon diolah dengan berbagai tujuannya sering membuat para petani pohon sengon merasa kualahan dalam memenuhi permintaan dari industri-insutri pengolahan kayu.

Dalam tahun ke tahun perkembangan pembudidaya pohon sengon memang cukup baik. Pohon sengon merupakan salah satu jenis tanaman yang serbaguna untuk dapat dimanfaatkan dengan berbagai keperluan seperti perabot rumah tangga, bahan pembuatan kertas dan berbagai pengolahan kayu sengon lainnya untuk pemenuhan kebutuhan manusia.

Keberhasilan dari pembudidayaan tanaman memang tidak sepenuhnya berjalan lancar, ada berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama masa perawatan pohonnya. Kendala itu bisa berasal dari berbagai hal.

Dalam pembudidayaan pohon sengon dikenal ada hama dan beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pertumbuhannya dimana dalam penyerangannya mulai daun hingga akarnya dan ada salah satu jenis penyakit pohon sengon yang menyebabkan pohon ini mati. Jika hama dan penyakit ini tidak diatasi dengan baik dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Serangan hama dan penyakit juga dapat menurunkan pertumbuhan, kualitas kayu dan daya kecambah biji.

Hama dan penyakit seperti boktor, karat puru, jamur upas dan jamur akar merah. Rata-rata hama dan penyakit yang menyerang pohon sengon ini menular melalui kontak langsung, maka dari itu untuk pengendaliannya untuk bibit sengon sebaiknya dipisahkan dengan bibit yang masih sehat.

Pohon Sengon

Selain pengendaliannya, dapat pula membuat parit isolasi hal ini dilakukan dengan maksud

  • Mencegah akar sengon yang sudah terkena hama maupun penyakit agar tidak bersentuhan langsung dengan akar sengon yang masih sehat.
  • Selain itu parit isolasi juga berfungsi jalan masuk sinar matahari dan dapat mengurangi kelembaban sampai kekedalaman parit.
  • Parit isolasi dapat digunakan sebagai saluran drainase agar area tersebut bebas dari genangan air hujan

Namun pembuatan parit isolasi ini juga dirasa belum begitu efektif, terutama pada saat musim hujan, air akan menggenang dan spora jamur berada digenangan. Hal ini akan memperparah jika penyerapan air tidak lancar, dimana akan menghanyutkan spora jamur yang akan menyangkut pada tanaman yang masih sehat.

Maka dari itu perlu dilakukan pemeliharaan diantaranya:

  • Bersihkan parit dari tanaman pengganggu menggunakan cangkul, parut yang runtuh juga diperbaiki menggunakan cangkul.
  • Pada parit bagian bawah dibuat agak miring agar air dapat mengalir lancar
  • Supaya air dapat mengalir di parit, perlu dilakukan penataan parit pada tanaman yang sakit.

Ada satu hama dan tiga jenis penyakit yang dapat menyerang pohon sengon, penyakit karat puru yang disebabkan oleh uromycladium tepperianum, jamur upas menyerang melalui luka atau kulit kayu yag tipis dan jamur akar merah yang disebabkan oleh Ganoderma sp.

Dalam penularanya dapat melalui kontak langsung dengan akar, maka pembuatan parit isolasi dimaksudkan untuk mencegah pohon sengon yang sudah terserang penyakit dengan pohon sengon yang masih sehat. Pembuatan parit juga berfungsi untuk jalan masuknya cahaya untuk mengurangi kelembaban.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

0821 3755 7003

Kata Terkait : Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Penyakit Sengon, Hama Sengon, Pencegahan Hama Sengon, Pembuatan Parit Isolasi

 

Karat Puru

Mengatasi Penyakit Parut Puru Pada Kayu Albasia atau Sengon

Mengatasi Penyakit Parut Puru Pada Kayu Albasia atau Sengon

Saat ini Departemen Kehutanan terus menggalakkan program penanaman pohon dengan target satu juta pohon. Hal tersebut sebagai wujud keprihatinan pada banyaknya penebangan liar yang mengakibatkan erosi di beberapa tempat juga untuk menyediakan suplai oksigen yang menyegarkan bagi masyarakat.

Sekarang tidak hanya pemerintah yang menggalakkan namun di dukung masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat hingga pihak swasta yang mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penghijauan dan menyediakan kebutuhan kayu bagi industri dan rumah tangga. Sekarang di bebagai daerah terdapat Tahura (tanaman hutan rakyat) yang pengelolaannya di lakukan oleh penduduk lokal. Sayangnya di tengah upaya pemerintah melakukan program penanaman, upaya sosialisasi  terhadap masyarakat tentang berbagai macam penyakit yang menyerang pada tanaman sengon masih cukup kurang.

Salah satu penyakit yang menyerang pada pohon sengon adalah karat puru.  Karat puru adalah penyakit yang menyerang kayu sengon/ albasia yang bisa mengakibatkan kematian pada pohon tersebut.

Ciri-ciri pohon sengon yang terkena penyakit parut puru adalah di temukannya benjolan pada dahan, daun, batang, cabang dan ranting pohon. Penyakit ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian pohon sengon. Penyakit ini menyerang tidak hanya pada pohon yang sudah besar namun bisa menyerang pada sengon yang masih menjadi benih di persemaian hingga sengon berumur 3 tahun.

Cara menanggulangsinya dengan mengembangkan teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman secara efektif. Dengan begitu penyebaran penyakit ini bisa dikendalikan dan dapat merugikan industri kayu rakyat. Masyarakat harus mengetahui cara penanggulangannya agar tidak menyebar.

Penyakit Karat Puru

Penyakit Karat Puru

Penyebab penyakit parut puru

Penyebab dari karat puru adalah adanya Uromycladium notabile dan Uromycladium tepperianum yang menyebabkan timbul bintil-bintil pada tunas dan kayu sengon yang bisa meyerang sebagian besar dari bagian pohon sengon.

Gejala yang di timbulkan:

  1. Adanya pertumbuhan lebih pada bagian sengon yang diserang
  2. Pembengkakan lokal pada bagian pohon seperti daun, batang dan cabang
  3. Pembengkakan berubah menjadi bitil-bintil kecil (puru/ gall)
  4. Jika sudah menyerang seluruh bagian pohon, maka pohon sengon dapat mati.

Pengendalian penyakit parut puru:

  1. Menghilangkan karat puru

Bagian dari pohon sengon yang terkena parut puru dihilangkan dengan cara diambil, di kupulkan dan dikubur dalam tanah agar tidak menular.

  1. Batang pohon yang terinfeksi di beri labur dan disemprot dengan larutan.

Bahan yang digunakan:

  • kapur 1 kg dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • Belerang 1 kg dilarutkan dalam 5 – 10 liter
  • kapur di campur dengan belerang dengan perbandingan 1 : 1 dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • kapur di campur dengan garam dengan perbandingan 10 : 1 dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • belerang di campur garam dengan perbandingan 10 : 1 di larutkan dalam air 5 – 10 liter.
Karat Puru

Karat Puru

Setiap larutan dapat digunakan untuk 50 pohon yang terkena penyakit parut puru. Bahan yang digunakan untuk larutan labor lebih pekat di bandingkan larutan untuk bahan penyemprot. Agar lebih bersih, larutan perlu di saring terlebih dahulu sebelum di lakukan upaya penyemprotan. Jika tidak di saring maka penyemprotan tidak akan berjalan dengan lancar karena ada potensi untuk tersumbat.

Untuk itu jika kita akan memelihara sengon kita harus mengetahui berbagai gejala dan penanganannya agar pohon sengon yang kita tana terhindar dari penyakit dan dapat menghasilkan panen pohon sengon sesuai yang kita harapkan.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

0821 3755 7003

Kata Terkait : Kayu Sengon, Pohon Sengon, Batang Sengon, Penyakit Sengon, Pencegahan Penyakit, Pengobatan Penyakit