Tag Archives: Pengendalian Hama Sengon

Pengendalian Hama Terhadap Tanaman Sengon

Pengendalian Hama Terhadap Tanaman Sengon

Sengon yang biasa disebut dengan albasiah, memiliki nama sebutan lain dibeberapa daerah seperti sengon laut dan sengon putih di Jawa, jeungjeng di Sunda, Tawa di Ternate dan goseu di Tidore. Pohon sengon memang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena daya gunanya yang cukup tinggi. Daya ekonomis pohon sengon juga cukup tinggi diantaranya untuk bahan bangunan, peralatan barang kerajinan, maupun bahan baku industri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun dalam penanaman pohon sengon, semakin  bertambahnya umur penebangan kemungkinan sengon akan terserang hama maupun penyakit yang bertambah pula, hal ini tentu menyebabkan kerugian yang cukup besar. Biasanya hama dan penyakit akan menyerang pada akar hingga batang sengon.

Ada beberapa hama sengon yang umum kita jumpai diantaranya

  1. Hama Ulat Kupu Kuning

Hama ulat kupu kuning akan menyerang tanaman sengon pada bagian daunnya baik saat dipersemaian maupun sudah dilahan. Pada tanaman sengon dewasa dilahan yang terserang hama ini akan menjadi gundul. Namun tanaman sengon dewasa akan bertunas kembali, lain halnya dengan tanaman sengon di persemaian serangan hama yang dilakukan secara berulang-ulang akan menyebabkan tajuk kering dan mati.

Hama ulat kupu kuning ini bermetamorfosis dalam beberapa tahap:

  1. Ulat
  • Berwarna putih dan berbentuk lonjong
  • Lama bertelur 3-4 hari
  • Ulat berwarna hijau dengan garis putih yang memanjang pada sisi badan.
  • Lama stadium ±17 hari.
  1. Kepompong berwarna kehitam-hitaman
  • Panjang ± 15 hari
  • Lama stadium kepompong 5-6 hari
  1. Kupu-kupu bersayap kuning dengan garis hitam ditepi
  • Terbang dengan lincah dan biasa meletakkan telur pada daun sengon yang rendah
  • Lama stadium kupu-kupu ± 10 hari

Pengendalian hama ulat kupu kuning ini pada persemaian bisa menggunakan insektisida sistemik (a.1 Dimecion, perfection azodrin) disiramkan pada perakaran bibit dengan takaran 2-4 cc/liter. Insektisida akan terbawa air dari akar kedaun sehingga daun akan mengandung racun dan mematikan ulat yang memakannya.

  1. Ulat Uter (Boktor, Wowolan)

Ulat uter akan menggerek pada batang sengon, gejala awal yaitu perubahan warna kulit batang, yang mulanya berwarna putih keabu-abuan menjadi merah kecoklatan. Serangan pada kayu gubal yang kemudian berlanjut disekeliling batang menyebabkan tajuk dibagian atas menguning, daun gugur dan akhirnya mati. Lubang pada batang sengon dengan panjang kisaran 6-18 cm dengan diameter 15-20 mm dan mengarah keatas. Serangan ini dimulai dari saat sengon berumur 3 tahun dan semakin tua penyerangan akan semakin meningkat.

Ciri-ciri Serangga

  1. Awalnya berwarna hijau kekuningan kemudian berubah menjadi kuning keras.
  2. Telur berkelompok dengan perekat yang tidak berwarna.
  3. Telur berkelompok pada bekas patahan cabang atau retakan kulit bekas serangan lama
  4. Berbentuk lonjong
  5. Stadium telur lamanya 18-25 hari

Pengendalian hama uter bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu

  1. Pengamatan sejak pohon sengon berusia 3 tahun hingga serangan hama dapat diketahui sejak dini
  2. Serangan awal bisa diketahui dengan permukaan kulit batang retak-retak dan terdapat kotoran/ cairan berwarna merah kecokelatan
  3. Bagian batang yang terserang sebaiknya segera dikupas dan ulat yang berada dibawah kulit dikeluarkan secara manual dan dimusnahkan
  4. Bagi tanaman sengon yang mengalami serangan lanjut, bisa diberikan insectisida sismetik seperti furadan gl dengan dosis 200-300 gram per batang. Ditaburkan pada sekeliling batang
  5. Sebaiknya sengon ditanam dengan sistem campuran dengan tanaman lain yang tidak menjadi inang serangga ini.
  6. Ulat yang baru menetas berbentuk silinder dengan warna putih kekuning-kuningan
  7. Menggerek kulit batang dan masuk kebagian kayu gubal
  8. Kepompong berwarna putih kekuning-kuningan
  9. Lama stadium ± 18 hari
  10. Kumbang aktif pada waktu senja sampai malam hari dan tidak tertarik oleh cahaya lampu
  11. Berwarna coklat kekuning-kuningan
  12. Waktu perkawinan dan bertelur terjadi beberapa jam, setelah kumbang keluar
  13. waktu bertelur selama satu hari dan hanya bertelur sekali selama hidup
  14. penyebaran ke tempat yang jaraknya jauh dibantu oleh tiupan angin.

Itulah beberapa cara dalam pengendalian hama penyakit. Setiap tanaman memang sering mendapat serangan hama maupun penyakit, baik yang dapat mematikan atau yang hanya bersifat sementara. Namun hal ini cukup merugikan bagi banyak petani, maka dari itu pengendalian hama perlu dilakukan untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman sengon.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Hama Sengon, Penyakit Sengon, Penanggulangan Penyakit Sengon, Pengendalian Hama Sengon