Tag Archives: Penanaman Pohon Sengon

Memilih Pohon Sengon untuk Pemanfaatan Lahan

Memilih Pohon Sengon untuk Pemanfaatan Lahan

Pohon sengon merupakan tanaman yang dapat tumbuh disebaran iklim yang luas. dengan cirikhas pertumbuhannya yang cepat, dengan daya hidup yang tinggi sebab kultur perakaran yang menghunjam kedalam dan melebar kesamping. Antara besaran batang dan besaran akar hampir seimbang. Dengan akar tunggang serta batang yang berbentuk bulat. Kulit berwarna putih serta daun sengon yang bentuknya menyirip dan mudah rontok. Dengan buah yang berbentuk pipih yang panjangnya sekitar6-12 cm, berisi 15-30 biji. Biji yang sudah tua berwarna cokelat kehitaman, agak keras dan berlilin.

Pohon sengon merupakan salah satu tanaman yang serba guna karena mulai dari daun hingga akarnya memiliki fungsinya masing-masing. Seperti daun sengon sebagai pakan ternak yang cukup baik karena mengandung protein tinggi. Sistem perakaran yang mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium yang dapat meningkatkan porositas dan penyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Namun dilihat dari segi manfaatnya batang sengonlah yang memiliki manfaat yang paling besar dengan harga yang cukup tinggi yang banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu sebagai pembuat bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam konstruksi dan berbagai keperluan lainnya.

Sebagian besar para petani memang memanfaatkan lahan untuk penanaman padi, memang untuk dapat menikmati hasilnya memang lebih cepat, akan tetapi untuk hasilnya terkadang kurang memuaskan yang disebabkan oleh berbagai hal seperti ketersediaan air yang kurang sehingga hasil yang didapatkannya pun kurang optimal.

Sedangkan dalam penanaman pohon sengon, memang untuk menikmati hasilnya berbeda dengan tanaman sejenis padi, yang lebih cepat untuk menikmati hasilnya namun saat ini banyak yang menanam pohon sengon sebagai investasi untuk masa depan karena daya jualnya yang tinggi dan hasilnya pun cukup memuaskan.

Pohon sengon sebagai tanaman hutan yang dapat ditanam dilahan pertanian turut mendorong para petani untuk memanfaatkan lahannya untuk menanam pohon sengon. dengan mempertimbangkan berbagai hal, sebab pohon sengon termasuk jenis tanaman yang memiliki usia hidup yang tinggi. Selain itu dibandingkan pohon besar lainnya, pohon sengon pun lebih cepat untuk dapat dinikmati hasilnya dengan jenis kayu yang mudah dan kering dan mudah digergaji sehingga sampai saat ini kayu sengon masih menjadi primadona dalam dunia perkayuan di Indonesia.

P_20160807_130636

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Lahan Pertanian, Pemanfaatan Lahan, Penanaman Pohon Sengon, Pemanfaatan Kayu Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Advertisements

Faktor Kerapatan Dalam memelihara Kayu Sengon

Faktor Kerapatan Dalam memelihara Kayu Sengon

Dalam menanam pohon, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah fator kerapatan atau jarak antar tanaman. Tanaman yang terlalu rapat pada awal masa tanaman tidak begitu berpengaruh pada pertumbuhan namun seiring makin berkembangnya tanaman, maka harus ada usaha penngurangan tanaman/ penjarangan tanaman guna menunjang pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

Tanaman semakin besar maka akan membutuhkan ruang dan daya dukung tanah yang semakin besar. Hal itu dipengaruhi tingkat kesuburan tanah, jenis pohon yang ditanam dan pemeliharaan pohon. Kerapatan tanaman dipengaruhi dari lebar tajuk atau akar tanaman. Semakin lebar tajuk tanaman maka jarak antar tanaman juga semakin lebar. Dengan demikian makin rapat jarak antar tanaman maka akan semakin banyak jumlah pohon yang menempati area tersebut. Semakin subur suatu lahan maka jarak tanaman akan semakin longgar.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Untuk itu penentuan jarak tanaman tergantung beberapa hal diantaranya adalah :

  1. Potensi lebar tajuk
  2. Tujuan penanaman sengon
  3. Faktor pembatas petumbuhan tanaman

Potensi lebar tajuk

Pohon sengon mempunyai ciri yaitu ukuran daun kecil dan tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari masih memungkinkan untuk masuk ke dalam lahan. Sehingga lahan sengon bisa di tanaman dengan tanaman lain/ tumpang sari.  Hal tersebut bereda dengan lahan yang di tanami pohon seperti pohon jati dan pohon jabon yang mempunyai tajuk yang berat dan daun yang lebar.

Jika kita ingin menanam dengan sistem tumpangsari, maka kita perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Jenis tanaman pendukung (tumpang sari) tidak merugikan tanaman pokok
  2. Jenis tanaman pendukung mempunyai perakaran yang dangkal
  3. Tanaman pendukung mempunyai tajuk yang tidak lebat sehingga menghalangi intensitas cahaya ke pohon pokok (pohon sengon)
  4. Tanaman pendukung tidak menyerap nutrisi dan air terlalu kuat sehingga dapat mengganggu tanaman sengon
  5. Tanaman pendukung justru ikut menyuburkan tanah
  6. Tidak mengganggu aktivitas dari pemeliharaan tanaman sengon
  7. Bersifat sementara(berumur pendek)
  8. Penanaman dilakukan setelah tanaman sengon selesai ditanam.
  9. Beberapa jenis tanaman yang sesuai untuk dijadikan dari jenis kacang-kacangan seperti kacang panjang, kacang tanah, kacang benguk dan kacang tolo.

Pada sengon yang berumur, pohon sengon memerlukan suatu ruang untuk tumbuh dan berkembang dengan jarak  sekitar 2-3 meter. Jadi dalam 1 hektar bisa ditumbuhi sekitar 1600-1700 pohon. Jarak yang ideal sekitar 2 x 3 meter.

Pada saat kita menanam pohon, perlu dilakukan penjarangan agar pohon sengon dapat tumbuh lebih optimal. Dengan melakukan penjarangan maka pertumbuhan sengon akan semakin membesar, jadi tidak hanya meninggi namun juga diameter semakin besar.  Penjarangan dilakukan pada tanaman yang terlalu kerdil, yang terkena penyakit, patah  dan penjarangan pada masa panen yaitu menebang pohon yang pertumbuhannya paling bagus. Jika terlalu besar, maka dapat dilakukan pemanenan yang lebih awal sedangkan pada tanaman kerdil perlu dilakukan pemangkasan.

Penjarangan dapat dilakukan beberapa kali sebelum masa panen. Terutama pada tanaman yang pertumbuhan bagus dan tanaman yang mempunyai standar di bawah rata-rata namun sudah laku jika dijual yang berdiameter lebih dari 16 cm. Pada saat kita melakukan penjarangan harus hati-hati karena pohon di tebang secara acak, menurut kriteria yang memenuhi syarat untuk di tebang.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Pada saat kita melakukan penebangan, kita menggunakan cara sistem tebang baris 2:1. Yang artinya jka kita menebang satu baris, dua baris berikutnya di pertahankan. Dengan begitu akan mengurangi resiko saat kita menebang pohon. Potensi tertimpa pohon dapat di kurangi.

Demikian beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memelihara kayu sengon. Faktor kerapatan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan demi tumbuh dan berkembangnya pohon sengon yang kita pelihara.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 085 748 491242

Kata Terkait : Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Jarak Penanaman Sengon, Kerapatan Penanaman Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Pengaruh Pemangkasan Tanaman Sengon terhadap Tanaman Sela dalam Sistem Agroforestri

Pengaruh Pemangkasan Tanaman Sengon terhadap Tanaman Sela dalam Sistem Agroforestri

Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan tenaga kerja yang mereka miliki. Cara yang paling banyak dimanfaatkan oleh para petani adalah meningkatkan intensitas penanaman dan keanekaragaman tanaman. Biasa disebut dengan pola pertanaman ganda, sementara dalam istilah kehutanan sering disebut dengan agroforestri.

Pohon sengon sebagai tanaman pokok banyak dimanfaatkan dalam sistem agroforestri, cara ini banyak dilakukan oleh dengan penerapan jenis tanaman sela yang sesuai dengan tanaman sengon hingga umur tertentu. Berbagai tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman sela yaitu diantaranya jagung dan cabe rawit.

Memang sistem agroforestri ini banyak memberikan pengaruh positif, akan tetapi kerusakan hutan yang belum dapat dikendalikan secara penuh. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penyesuaian terhadap umur sengon, sesuai dengan perum perhutani, petani pengelola lahan dengan sistem agroforestri hanya diperkenankan 15-24 bulan maksudnya yaitu tanaman sela diantara tanaman sengon yang berumur 15 bulan atau 24 bulan menyebabkan pertumbuhan sengon terganggu, selain itu juga dapat menurunkan produktivitas tanaman sela.

Dengan peraturan tersebut, setelah 15-24 bulan para petani harus berpindah ke tempat lain untuk memulai lagi sistem agroforestri. Tentu dengan hal ini Perum Perhutani harus menyediakan lahan yang baru karena selain bermanfaat untuk petani, juga dapat mengurangi kerusakan hutan yang saat ini masih cukup sulit dikendalikan.

Memang salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan cara memperpanjang masa pengelolaan lahan dengan sistem agroforestri lebih dari 24 bulan. Akan tetapi tanaman sengon saat sudah berusia 2 tahun, akan membentuk kanopi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sela. Untuk menguranginya dapat dilakukan pemangkasan secara teratur. Hasil pangkasan tersebut dapat sebagai sumber bahan organik untuk memperbaiki produktivitas tanah.

Pemangkasan tanaman sengon sendiri bertujuan ini bertujuan agar batang sengon tidak memiliki cabang hingga bertumbuh dan siap dipanen. Lalu apa pengaruh terhadap tanaman sela jika dilakukan dengan sistem agroforestri? Ternyata selain bertujuan agar pohon sengon tidak bercabang, pemangkasan juga berfungsi untuk memberikan celah bagi tanaman sela agar dapat menikmati cahaya matahari yang masuk.

Dengan semakin banyaknya melakukan pemangkasan cabang pohon sengon, ternyata pertumbuhan tanaman sela seperti jagung dan cabe rawit justru pertumbuhannya semakin baik. Tanaman sela seperti jagung dan cabai justru mendapatkan celah yang lebih untuk sinar matahari agar dapat masuk dan pertumbuhan tanaman sela pun semakin baik. Memang pada umumnya tanaman lebih cepat tumbuh apabila diberi pupuk yang teratur, namun untuk penanaman sistem agroforestri justru tanaman sela dapat tumbuh dengan baik dengan adanya pemangkasan cabang sengon.

Penanaman pohon sengon dengan sistem agroforestri ternyata dapat memberikan penghasilan tambahan, namun hal ini masih terdapat kendala, seperti adanya peraturan pembatasan penanaman dengan sistem agroforestri tersebut yaitu hanya dapat diberlakukan hingga 2 tahun, sehingga saat masa kontraknya sudah habis para petani harus berpindah ke tempat lain untuk memulai kembali penanaman dengan sistem agroforestri.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Sistem Penanaman Pohon Sengon, Sistem Agroforestri, Pengaruh Pemangkasan Cabang Sengon, Pengaruh Terhadap Tanaman Sela

 

Memanfaatkan Pohon Sengon dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Lahan

Memanfaatkan Pohon Sengon dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Lahan

Pohon sengon atau yang sering disebut dengan Albiso atau Albasih ini dahulu memiliki nama Albasia Falcataria. Setelah tahun 1983 berdasarkan Bulletin Museum Nasional Paris dan The Flora Malaysiana diubah menjadi Pharaseriantes Falcataria. Dapat hidup pada ketinggian 0-2000 m diatas permukaan laut dengan iklim A, B, C bercurah hujan rata-rata 2.000-4.000 mm/tahun, dengan kondisi lahan yang agak subur dengan membutuhkan cahaya matahari yang cukup.

Selain dapat memperbaiki kesuburan lahan, pohon sengon juga termasuk jenis tanaman dengan penghasil kayu yang cukup produktif. Dengan pertumbuhan yang cepat, setelah berumur 5 tahun kayu sengon sudah dapat dipanen. Dengan pemanfaatan sebagai kayu kontruksi/ bangunan, peti kemas, korek api, pulp, jointed board. Wood working, sawmill, moulding, meubelair, arang dan kayu bakar. Dengan sifat pengerjaan mudah digergaji, diserut, dibor, diamplas, dipahat dan diplitur serta tidak mudah pecah kalau dipaku.

Pohon sengon dalam kehidupan sehari-hari, memiliki manfaat baik bagi pemerintah maupun masyarakat diantaranya

  1. Daunnya yang rontok dan membusuk, mampu mengembalikan kesuburan lahan kritis
  2. Mendukung program penghijauan dan pelestarian alam
  3. Meningkatkan penerimaan devisa melalui ekspor barang jadi
  4. Meningkatkan pendapatan petani
  5. Perluasan lapangan pekerjaan
  6. Pemenuhan akan kebutuhan kayu bakar
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Budidaya tanaman sengon memerlukan beberapa tahap yaitu:

  1. Persemaian

Bibit tanaman dapat diperoleh melalui penyemaian biji, trubusan atau melalui kultur jaringan. Secara tradisional, persemaian disekitar kebun sengon, berukuran 1×2 m sampai 1×5 meter berupa bedeng tabur yang dibuat 12 cm lebih tinggi dari permukaan tanah. Dan dilakukan pendangiran agar bersih dari kotoran dan batu. Sebelum ditabur ke bedeng tabur, biji sengon harus diseduh dengan air mendidih, kemudian direndam dalam air dingin selama 24 jam. Biji ditabur dengan jarak larikan 10 cm, setelah berumur 1-1,5 bulan bibit dipindahkan ke kantong plastik atau persemaian dengan jarak 10×10 cm atau dengan cara benih langsung ditabur dalam kantong plastik. Bibit berbentuk plances siap ditanam setelah berumur 4-6 bulan, sedang dalam bentuk stump setelah berumur 8-12 bulan. Setelah berumur 8-12 bulan. Pada musim hujan bibit harus siap ditanam.

  1. Penanaman

Sebelum penanaman pohon sengon, hal yang perlu dipersiapkan yaitu lubang cemplongan dengan ukuran 30x30x30 cm.

Penanaman dengan plances dilakukan dengan membuka kantong plastiknya

lebih dulu . Jika ditanam dengan stump , harus dibuat dengan ukuran panjang 30-100 cm . dalam penanamannya baik menggunakan sistem lances maupun stump diusahakan akar tunggangnya tidak terganggu. Anakan dari hasil trubusan biasanya meninggalkan 1-2 batang yang tumbuh dari tunggak, namun volume tidak sesuai dengan harapan. Maka dari itu, untuk mendapatkan bibit yang baik sebaiknya biji dari hasil seleksi atau anakan yang berasal dari kultur jaringan. Jarak penanamannya tergantung dengan tujuan dari penanaman pohon ini, apabila sebagai bahan pulp, yaitu 2×3 m atau 3×3 m. Bila untuk bahan bangunan dan keperluan industri, jarak tanamnya perlu lebih lebar, bisa melalui penjarangan maupun langsung dengan jarak tanam 4×4 meter, 4×5 meter, atau 5×5 meter.

  1. Pemeliharaan

Dalam pemeliharaanya agar dapat menghasilkan pohon sengon yang baik, perlu dilakukan pemeliharaannya yaitu dengan memangkas bagian cabang terbawah, memberantas hama boktor secara terus menerus sejak awal.

  1. Menikmati Hasil

Setelah pohon sengon sudah berumur lima tahun, maka kayunya sudah dapat dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan, bahan baku pabrik kertas atau kayu bakar. Bila perlu lakukan tebang penjarangan atau tebang pilih. Kemudian dilakukan penanaman kembali untuk menjaga produk dan kesuburan lahan. Umur pohon sengon yang paling dewasa untuk ditebang yaitu saat usia 9 tahun, maka dari itu perlu dilakukan peremajaan sengon untuk penanaman kembali.

  1. Mengolah dan Memasarkan

Mengolah kayu sengon pada umumnya memang dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara dipasak atau digergaji untuk membuat papan atau balok.

Pemasaran kayu dapat dilakukan dengan

  1. Menjual langsung ke pasar
  2. Menjual melalui ke Koperasi Unit Desa
  3. Ke industri kayu terdekat.

Selain itu kayu sengon juga dapat dijual di pedagang kayu atau perusahaan kayu.

Budidaya Kayu Sengon

Budidaya Kayu Sengon

Adanya jaminan pemasaran baik didalam maupun diluar negeri dengan harga yang cukup tinggi sehinga cukup menguntungkan bagi petani, baik untuk kayu pertukangan,kayu bakar dan palawija yang dapat ditanam dengan sistem tumpang sari didalam kebun sengon.

Dan jika anda menginginkan kayu sengon, kami menyediakan kayu sengon berkualitas berbagai ukuran baik grosir maupun eceran, untuk pemesanan silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Lahan Sengon, Pemanfaatan Lahan, Produktivitas Lahan, Penanaman Pohon Sengon, Pemanfaatan Lahan dengan Menanam Pohon Sengon, Menanam Pohon Sengon

 

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Pohon sengon (Paraserianthes falcaria) termasuk famili Mimosaceae.Sengon dapat tumbuh di ketinggian 0 – 800 dpl (dari permukaan laut) bahkan hingga 1600 dpl, pohon sengon masih dapat tumbuh. Di Indonesia, wilayah yang banyak di tumbuhi oleh pohon sengon diantaranya adalah Maluku, Papua hingga ke kepulauan Solomon. Menanam sengon memiliki banyak keuntungan karena cepat tumbuh, kayu sengon banyak di gunakan dalam berbagai kebutuhan industri dan rumah tangga dan harga yang ditawarkan termasuk tinggi. Jadi bernilai ekonomis.

Sengon dapat tumbuh hingga 7 meter pada tahun pertama. Untuk memperbanyak bisa dengan menyemaikan biji sengon. Biji sengon yang akan dijadikan benih berasal  dari induk kayu sengon yang memiliki sifat tegak lurus, tahan terhadap penyakit, tidak mempunyai hama pada batangnya.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Ciri-ciri biji sengon yang baik antara lain:

  1. Bentuk biji sengon masih utuh
  2. Berasal dari pohon yang berkualitas bagus
  3. Ukuran biji sengon maksimum
  4. Ketika direndam dalam air akan tenggelam
  5. Mempunyai kulit bersih berwarna coklat tua
  6. Mempunyai daya tumbuh dan daya hidup. Caranya dengan mengupas biji sengon dan memeriksa lembaganya. Jika masih utuh dan cukup besar berarti daya tumbuhnya tinggi.

Untuk membuat daya kecambah dari benih sengon menjadi maksimal maka perlu dibuat dengan cara benih di rendam dalam air panas mendidih (80⁰ C) selama 15 – 30 menit. Kemudian biji di rendah dalam air dingin selama 24 jam, ditiriskan dan biji siap untuk disemaikan.

Tempat persemaian yang ideal adalah:

  1. Di tempat yang datar atau derajat kemiringan maksimal 5 %
  2. Berdekatan dengan lokasi penanaman sengon. Setidaknya dekat dengan jalan raya agar meminimalisir kerusakan bibit sengon saat dalam pengangkutan
  3. Tanahnya subur dan gembur, todak berbatudan tidak mengandung tanah liat.

 Beberapa tahapan dalam persemaian benih sengon:

Kita  perlu melakukan penaburan benih sengon untuk memperoleh prosentase kecambah sengon secara lebih maksimal dan menghasilkan kecambah yang berkualitas.

Bahan yang di gunakan untuk proses penaburan benih sengon antara lain:

  • Benih sengon
  • Tanah yang dibentuk bedeng untuk tempat menabur. Terbuat dari kayu atau bambu dnegan atap rumbia. Tinggi naungan sekitar 75 cm dengan ukuran belakang 50 cm. Ukuran bak sekitar 5 x 1 m.
  • Media tabur yaitu campuran pasir dan tanah dengan komposisi 1 : 1
  • Peralatan penyiraman
  • Dekat dengan sumber air atau ketersediaan air cukup

Teknik pelaksanaan dalam proses penaburan:

  1. Bedeng tabor diisi dengan media tabur yang berasal dari campuran tanah dan pasir dengan komposisi seimbang dengan ketebalan 10 cm. Media tabur harus bersih dari berbagai sampah atau kotoran yang dapat mengganggu pertumbuhan benih sengon nantinya.
  2. Penaburan di lakukan pada pagi hari atau sore hari. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
  3. Buat larikan yang berjarak 5 cm dengan kedalaman 2 cm. Penaburan di lakukan diatas larikan dan diatur rapi, tidak saling bertumpuk agar pertumbuhan bagus. Setelah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap dilakukan penyapihan.

Langkah-langkah penyapihan bibit sengon:

  1. Mempersiapkan polybag ukuran 10 x 15 cm
  2. Masukkan media tanamberupa tanah subur, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi seimbang ( 1:1:1). Jika tanah cukup gembur, komposisi pasir di kurangi. Aduk hingga rata.
  3. Masukkan ke dalam polybag setinggi ¾ bagian. Masukkan kecambah sengon di media tanam.
  4. Polybag kecambah diletakkan di bawah naungan yang terbuat dari atap jerami/ daun kelapa agar kecambah terhindar dari sengatan sinar matahari langsung
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Pemeliharaan bibit sengon selama dalam persemaian:

  • Penyiraman

Penyiraman di lakukan pagi, siang dan sore hari dengan nozzle. Pada saat bibit dipindahkan, penyiraman dilakukan lebih banyak. Termasuk pada saat hari panas.

  • Pemupukan

  Pemupukan dilakukan menggunakan larutan “gir”. Pembuatannya dengan cara drum diisi dengan pupuk kandang separuhnya. Tambahkan air ¾ bagian, tambahkan 15 kg pupuk TSP lalu aduk rata. Biarkan selama seminggu baru bisa digunakan.

   Dosis pemupukan sebanyak 2 sdm per minggu. Pada umur 6 bulan ketika tingginya 70-125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.

  • Penyulaman

  Penyulaman dilakukan apabila ada bibit yang mati. Penggantian harus secepatnya di lakukan agar bibit tidak terlalu jauh berbeda dengan bibit yang di tanam terlebuh dahulu.

  • Penyiangan

  Apabila dalam lahan terdapat tanaman pengganggu atau gulma maka perlu dibuang. Pencabutan harus di lakukan dengan hati-hati agar akar sengon tidak   terganggu. Jika ada hama seperti cacing, tikus atau semut harus di singkirkan.

Penyeleksian sebelum benih sengon di pindahkan ke lahan:

Penyeleksian perlu di lakukan sebelum memindahkan bibit sengon ke lahan perkebunan dengan tujuan agar benih tumbuh optimal. Kita harus memprioritaskan benih yang berkualitas baik dibandingkan benih dengan kualitas kurang baik agar terjadi penyeragaman pertumbuhan benih sengon.

Persiapan Lahan

Cara pelaksanaan dibagienjadi 3 yaitu mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya sendiri terbagi menjadi 2 tahap:

  1. Pembersihan lahan

Pembersihan lahan dari semak belukar da padang rumput agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman.

  1. Pengolahan tanah

Memperbaiki struktur tanah dengan cara mencangkul atau membajak lahan.

Penanaman

  • Pembuatan dan pemasangan ajir tanam. Dibuat dari bambu atau kayu dengan panjang hingga 1 meter, lebar hingga 1,5 cm. Ini bertujuan agar bibit sengon ditanam sesuai dengan jarak yang diinginkan.
  • Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada bagian ajir tanaman.
  • Pengangkutan bibit sengon
  • Penanaman bibit sengon.

Pemeliharaan

  • Penyulaman/ penggantian tanaman

  Dilakukan pada saat 2-4 minggu setelah tanam dan pada waktu pemeliharaan pada tahun pertama

  • Penyiangan/ pembebasan tanaman pokok dari tanaman pengganggu
  • Pendangkiran/ usaha penggemburan tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman
  • Pemangkasan / memangkas cabang tanaman sengon yang kurang berguna
  • Penjarangan/ memberikan ruang tumbuh secara lebih luas bagi tanaman sengon.

 Penjarangan ini pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun di lakukan sebesar 25% dari jumlah seluruh tanaman. Jadi dalam 1 hektar terdapat pengurangan 332 tanaman sehingga hanya 1000 tanaman yang akan di pelihara per hektarnya. Penjarangan kedua sekitar 40 % dari pohon yang ada jadi hanya tersisa 600 pohon dalam 1 hektar.

Penjarangan dilakukan dengan menebang pohon secara berselang seling dalam tiap barisan dan lajur penanaman.

Pemeliharaan tahun pertama – tahun ketiga berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangkiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Selanjutnya tinggal pemeliharaan lanjutan berupa penjarangan agar tanaman tumbuh optimal.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Kayu Sengon, Pohon Sengon, Batang Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Budidaya Pohon Sengon, Jual Kayu Sengon, Grosir Kayu Sengon, Harga Kayu Sengon