Lahan Sengon

Pohon Sengon

Memanfaatkan Pohon Sengon dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Lahan

Memanfaatkan Pohon Sengon dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Lahan

Pohon sengon atau yang sering disebut dengan Albiso atau Albasih ini dahulu memiliki nama Albasia Falcataria. Setelah tahun 1983 berdasarkan Bulletin Museum Nasional Paris dan The Flora Malaysiana diubah menjadi Pharaseriantes Falcataria. Dapat hidup pada ketinggian 0-2000 m diatas permukaan laut dengan iklim A, B, C bercurah hujan rata-rata 2.000-4.000 mm/tahun, dengan kondisi lahan yang agak subur dengan membutuhkan cahaya matahari yang cukup.

Selain dapat memperbaiki kesuburan lahan, pohon sengon juga termasuk jenis tanaman dengan penghasil kayu yang cukup produktif. Dengan pertumbuhan yang cepat, setelah berumur 5 tahun kayu sengon sudah dapat dipanen. Dengan pemanfaatan sebagai kayu kontruksi/ bangunan, peti kemas, korek api, pulp, jointed board. Wood working, sawmill, moulding, meubelair, arang dan kayu bakar. Dengan sifat pengerjaan mudah digergaji, diserut, dibor, diamplas, dipahat dan diplitur serta tidak mudah pecah kalau dipaku.

Pohon sengon dalam kehidupan sehari-hari, memiliki manfaat baik bagi pemerintah maupun masyarakat diantaranya

  1. Daunnya yang rontok dan membusuk, mampu mengembalikan kesuburan lahan kritis
  2. Mendukung program penghijauan dan pelestarian alam
  3. Meningkatkan penerimaan devisa melalui ekspor barang jadi
  4. Meningkatkan pendapatan petani
  5. Perluasan lapangan pekerjaan
  6. Pemenuhan akan kebutuhan kayu bakar
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Budidaya tanaman sengon memerlukan beberapa tahap yaitu:

  1. Persemaian

Bibit tanaman dapat diperoleh melalui penyemaian biji, trubusan atau melalui kultur jaringan. Secara tradisional, persemaian disekitar kebun sengon, berukuran 1×2 m sampai 1×5 meter berupa bedeng tabur yang dibuat 12 cm lebih tinggi dari permukaan tanah. Dan dilakukan pendangiran agar bersih dari kotoran dan batu. Sebelum ditabur ke bedeng tabur, biji sengon harus diseduh dengan air mendidih, kemudian direndam dalam air dingin selama 24 jam. Biji ditabur dengan jarak larikan 10 cm, setelah berumur 1-1,5 bulan bibit dipindahkan ke kantong plastik atau persemaian dengan jarak 10×10 cm atau dengan cara benih langsung ditabur dalam kantong plastik. Bibit berbentuk plances siap ditanam setelah berumur 4-6 bulan, sedang dalam bentuk stump setelah berumur 8-12 bulan. Setelah berumur 8-12 bulan. Pada musim hujan bibit harus siap ditanam.

  1. Penanaman

Sebelum penanaman pohon sengon, hal yang perlu dipersiapkan yaitu lubang cemplongan dengan ukuran 30x30x30 cm.

Penanaman dengan plances dilakukan dengan membuka kantong plastiknya

lebih dulu . Jika ditanam dengan stump , harus dibuat dengan ukuran panjang 30-100 cm . dalam penanamannya baik menggunakan sistem lances maupun stump diusahakan akar tunggangnya tidak terganggu. Anakan dari hasil trubusan biasanya meninggalkan 1-2 batang yang tumbuh dari tunggak, namun volume tidak sesuai dengan harapan. Maka dari itu, untuk mendapatkan bibit yang baik sebaiknya biji dari hasil seleksi atau anakan yang berasal dari kultur jaringan. Jarak penanamannya tergantung dengan tujuan dari penanaman pohon ini, apabila sebagai bahan pulp, yaitu 2×3 m atau 3×3 m. Bila untuk bahan bangunan dan keperluan industri, jarak tanamnya perlu lebih lebar, bisa melalui penjarangan maupun langsung dengan jarak tanam 4×4 meter, 4×5 meter, atau 5×5 meter.

  1. Pemeliharaan

Dalam pemeliharaanya agar dapat menghasilkan pohon sengon yang baik, perlu dilakukan pemeliharaannya yaitu dengan memangkas bagian cabang terbawah, memberantas hama boktor secara terus menerus sejak awal.

  1. Menikmati Hasil

Setelah pohon sengon sudah berumur lima tahun, maka kayunya sudah dapat dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan, bahan baku pabrik kertas atau kayu bakar. Bila perlu lakukan tebang penjarangan atau tebang pilih. Kemudian dilakukan penanaman kembali untuk menjaga produk dan kesuburan lahan. Umur pohon sengon yang paling dewasa untuk ditebang yaitu saat usia 9 tahun, maka dari itu perlu dilakukan peremajaan sengon untuk penanaman kembali.

  1. Mengolah dan Memasarkan

Mengolah kayu sengon pada umumnya memang dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara dipasak atau digergaji untuk membuat papan atau balok.

Pemasaran kayu dapat dilakukan dengan

  1. Menjual langsung ke pasar
  2. Menjual melalui ke Koperasi Unit Desa
  3. Ke industri kayu terdekat.

Selain itu kayu sengon juga dapat dijual di pedagang kayu atau perusahaan kayu.

Budidaya Kayu Sengon

Budidaya Kayu Sengon

Adanya jaminan pemasaran baik didalam maupun diluar negeri dengan harga yang cukup tinggi sehinga cukup menguntungkan bagi petani, baik untuk kayu pertukangan,kayu bakar dan palawija yang dapat ditanam dengan sistem tumpang sari didalam kebun sengon.

Dan jika anda menginginkan kayu sengon, kami menyediakan kayu sengon berkualitas berbagai ukuran baik grosir maupun eceran, untuk pemesanan silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Lahan Sengon, Pemanfaatan Lahan, Produktivitas Lahan, Penanaman Pohon Sengon, Pemanfaatan Lahan dengan Menanam Pohon Sengon, Menanam Pohon Sengon

 

Advertisements