Tag Archives: kayu sengon

Tips Sengon Solomon Tumbuh Bongsor

Tips Sengon Solomon Tumbuh Bongsor

Diantara pogon sengon yang pertumbuhannya paling cepat adalah jenis sengon Solomon.Pada umur 5 tahun sengon solomon bisa dipanen dengan diameter antara 40-50 cm. Dibandingkan dengan sengon laut lokal, pada umur 7 tahunan baru berdiameter sekitar 35 cm. Padahal biaya perawatan dan perlakuan sama antara sengon solomon dan sengon lokal.

Agar sengon solomon tumbuh lebih cepat maka perlu diberikan pupuk kandang 5 kg tiap lubang pada awal masa tanam. Pemberian pupuk kandang berikutnya pada saat sengon berumur 3 bulan yaitu satu gelas pupuk ponska yang diberikan tiap 3 bulan sekali selama 3 tahun. Memasuki tahun keempat pohon sengon tidak perlu untuk dipupuk hanya butuh perawatan seperti penjarangan. Penjarangan dipilih yang diameter cukup besar sehingga sudah laku dijual.

Pertumbuhan sengon solomon

Pertumbuhan sengon solomon terlihat lebih besar sejak awal tumbuh. Sebagai pembanding antara sengon solomon dan sengon lokal yang sama-sama ditanam di lahan dengan umur yang sama, sengon solomon sudah mencapai diameter 12-18 cm sedangkan sengon laut masih berdiameter 8-10 cm. Sekitar 2 tahun kemudian pada saat sengon berumur 5 tahun,diameter sengon solomon mencapai  35 cm sedangkan sengon lokal sekitar 20 cm.

Di daerah Kediri, pertumbuhan sengon solomon mencapai 24 cm sementara sengon lokal 2 cm. Pada umur 2 tahun diameter sengon solomon 8 cm dan tinggi 16 m sedangkan diameter sengon lokal  7cm dan tinggi 12 m. Di lihat dari perbedaanya memang tidak terlalu signifikan hal tersebut dipengaruhi dari kesuburan tanah dan lain-lain.

Pada umur 3 tahun diameter pohon solomon mencapai 10 cm dan tinggi 19 cm. Sedangkan sengon lokal berdiameter 8 cm dan tinggi 16 cm. Sekilas selisih hanya sedikit namun tinggi berbeda 3 meter. Pada umur 6 tahun, sengon solomon belum berbuah. Padahal sengon lokal pada umur 4 tahun sudah mulai berbuah. Itulah yang menjadikan harga benihsengon lebih mahal karena pembuahannya tidak secepat sengon lokal.

Sengon solomon asli sulit dibedakan

Keistimewaan yang dimiliki oleh sengon solomon menyebabkan banyak penjual yang menyediakan benih pohon sengon. Jika kita tidak hati-hati maka kita dapat tertipu karena sulit membedakan bibit sengon solomon dengan sengon lokal super. Apalagi ketersediaan benoh sengon solomon di Indonesia masih terbatas.

Cara relatif aman agar pekebun tak tertipu saat mencari sengon solomon adalah membeli dalam bentuk benih alias biji, bukan bibit. Benih sengon solomon berukuran lebih besar dan lebih berat daripada benih sengon lokal. ”Panjang benih sengon lokal rata-rata 4-5 mm sementara solomon hampir 2 kali lipat: 8-9 mm,” tutur Eko. Oleh karena itu, benih solomon pun lebih berat. Setiap kg benih sengon lokal rata-rata terdiri atas 40.000 biji, sementara solomon hanya sekitar 25.000 biji.

Selain itu, usahakan membeli benih bersertifikat untuk menghindari penipuan. Menurut Agus, saat tanaman sudah besar, perbedaan juga bisa diamati pada daunnya. Berdasar pengamatannya, daun solomon lebih lebar dan hijau muda sementara daun sengon lokal cenderung lebih kecil dan warna hijaunya lebih pekat. (Tri Susanti)

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Advertisements

Hama dan Penyakit Karat Tumor Pada Tumbuhan Sengon

Hama dan Penyakit Karat Tumor Pada Tumbuhan Sengon

Penanaman pohon didalam hutan merupakan suatu kegiatan yang memiliki berbagai fungsi baik untuk produksi maupun perlindungan, dalam penanamannya bila direncanakan dengan baik maka akan diperoleh pula kestabilan lingkungan. namun dalam penanamannya masih cukup banyak menemui kendala diantaranya terserangnya pohon oleh hama maupun penyakit yang umum menyerang suatu tanaman seperti halnya tanaman sengon.

Dalam penanaman pohon sengon, hama dan penyakit memang sering menyerang pohon ini diantaranya adalah hama dan penyakit karat tumor. Jenis seperti ini memang salah satu penyebab kerusakan hutan. Penyakit hutan dapat menimbulkan kerugian antara lain mengurangi kuantitas dan kulaitas hasil, tentu dengan hal ini biaya produksi pun menjadi meningkat. Menurut penelitian sejak tahun 2003 sampai saat ini penyakit karat tumor hampir menyerang seluruh area pertanaman pohon sengon yang belum bisa sepenuhnya teratasi. Yang mana menyebabkan penurunan kualitas kayu sengon sehingga daya jualnya pun turut menurun.

Sebenarnya apa hama dan penyakit itu? Hama adalah semua binatang yang menimbulkan kerugian seperti serangga, tikus, tupai dan beberapa hewan lainnya sehingga banyak yang beranggapan jika hama itu layaknya hewan serangga. Sedangkan pengertian penyakit yaitu karena adanya proses fisiologis yang disebabkan oleh gangguan secara terus menerus yang mengakibatkan aktivitas jaringan tidak normal.

Penyakit Karat Tumor

Penyakit Karat Tumor

Lalu apa saja faktor yang menyebabkan hama dan penyakit dapat berkembang dengan baik?

Berikut faktor yang menyebabkan hama dan penyakit dapat berkembang

  1. Tanaman inang (tanaman hutan) yang rentan dengan jumlah yang cukup
  2. Adanya hama yang ganas
  3. Kondisi lingkungan yang mendukung hama dan penyakit dapat berkembang denga baik
  4. Faktor manusia

Dalam perkembangannya hama dapat menyerang tanaman mulai dari biji, bibit, tanaman muda dilapangan, siap hingga sampai berada ditempat penyimpanan. Hama bisa menyerang diseluruh bagian tanaman mulai dari akar, batang sampai daun. Maka dari itu perlindungan perlu dilakukan apalagi jika serangan sudah cukup besar. namun hal ini biasanya belum begitu terasa jika dalam penyerangannya masih skala kecil, namun saat sudah cukup luas tentu akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Penyakit tumbuhan yang dapat menyerang tumbuhan sengon seperti penyakit karat tumor juga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah jamur karat yang sifatnya parasit dan dapat hanya saat memarasit jaringan hidup. Penyakit karat tumor dapat menular melalui penyebaran teliospora dengan bantuan air (embun), angin, serangga dan manusia. Teliospora dapat berkembang dengan baik jika adanya faktor pendukung seperi kondisi yang berkabut atau gelap yang air yang cukup.

Budidaya-tanaman-sengon-lapak-nasa

Pada tumbuhan sengon, bagian pada batanglah yang merupakan bagian yang paling rentan terhadap penyakit fungi karat ini. meskipun fungi karat ini dapat tumbuh karena kondisi yang lembab, namun pada musim kemarau masih dapat bertahan hidup pada bagian tanaman yang terserang. Apalagi saat musim penyerangannya akan semakin menyebar. Untuk mengatasi serangan fungi karat ini maka pada tahun 2008 dari bulan Maret sampai Oktober dilakukan uji coba untuk pengendalian penyakit ini yang bertempat di Kediri dan Ciamis untuk pohon sengon yang berumur 1 tahun dengan jarak tanam 2m x 3 m yang terletak di petak 110a. Yang terletak didalam wilayah Resor Polisi Hutan (RPH) Pandantoyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pare, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 381 m-561m diatas permukaan laut, bertopografi datar sampai bergelombang dengan kemiringan dibawah 10 persen. Pada uji coba ini pengendalian karat tumor dapat menggunakan kapur : belerang (1:1) : garam (10:1) kapur : garam (10:1), untuk pengendaliannya dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya:

  1. Dapat dilakukan dengan cara pemangkasan
  2. Karat tumor dapat dikumpulkan kemudian dimasukkan dalam lubang lalu ditutp
  3. Pemberian perlakuan diatas dengan cara melabur ke seluruh permukaan batang utama dan penyemprotan ke seluruh permukaan pohon
  4. Dapat dilakukan setiap dua minggu sekali, untuk perhitungan jumlah karat tumor dapat dilakukan satu bulan sekali pada setiap satu bulan sekali.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Tanaman Sengon, Pohon Sengon, Penyakit Sengon, Hama Sengon, Pengendalian Penyakit, Pengendalian Hama, Tumbuhan Sengon, Kayu Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Memanfaatkan Pohon Sengon untuk Berbagai Keperluan

Memanfaatkan Pohon Sengon untuk Berbagai Keperluan

Saat ini pohon sengon memang menjadi tanaman  yang banyak dibudidayakan di Indonesia, pertumbuhannya yang cepat dan bernilai ekonomis. Selain itu  permintaan yang cukup banyak dipasaran untuk pembuatan berbagai keperluan seperti pembuatan peti kemas, kotak buah, papan dan bahan campuran meubel.

Dilihat dari manfaatnya sengon memiliki banyak manfaat, selain ditanam dan diambil kayunya untuk dijual, buah sengon juga dapat dimanfaatkan, bentuknya pipih bulat dan berwarna hitam memang secara sekilas mirip dengan buah jengkol. Disamping untuk ditanam kembali, buah sengon juga dapat dijadikan sebagai makanan camilan.

Pohon sengon termasuk tumbuhan yang mempunyai sifat mengikat nitrogen dan dapat meneduhkan lahan. Tumbuhan sengon juga tetap dapat tumbuh meskipun ditempat yang unsur haranya rendah, kadar garam tinggi dan keasaman tanah yang tinggi. Dengan cirikhasnya yang dapat tumbuh tinggi, membuat pohon sengon dapat tumbuh ditanah pegunungan.

Dengan menanam pohon sengon sebagai perbaikan lahan, ternyata hal ini juga mendapatkan tidak hanya dari segi lahan. Bisa dengan bijinya jika penanamannya cukup banyak tentu dalam pemanfaatannya akan lebih banyak, baik untuk pembibitan maupun untuk dimanfaatkan sebagai makanan camilan. Dengan semakin banyaknya pembudidayaan pohon sengon, maka nama sengon didunia perkayuan memicu budidaya sengon secara luas diberbagai wilayah di Indonesia. permintaan biji sengon kedaerah lain pun menjadi sangat tinggi.

Memanfaatkan pohon sengon untuk memperbaiki lahan yang kering, dan menghasilkan biji sengon yang cukup banyak menjadi bernilai lebih untuk pembibitan. Buah sengon untuk pembibitan, dapat melalui proses pemecahan dengan dipukul-pukul menggunakan palu.

Bijinya memang cukup keras namun bisa dikonsumsi dengan cara digoreng atau disangrai. Kulit yang dikelupas dari buahnya masukkan kedalam karung, agar dapat menjadi pupuk saat sudah busuk. Selain itu biji juga dapat dijadikan makanan bagi hewan monyet.

kita dapat memanfaatkan pohon sengon dengan berbagai keperluannya, seperti kayu yang dijual untuk kebutuhan bangunan, daun sebagai pupuk, buah sebagai bibit maupun konsumsi. Dengan berbagai pemanfaatan yang ada, pohon sengon menjadi populer di masyarakat Indonesia. bagi masyarakat yang memiliki lahan yang cukup luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal, pemilihan pohon sengon menjadi pilihan yang tepat, selain dapat memaksimalkan lahan, keadaan lahan yang kering bisa menjadi subur dengan penanaman pohon sengon.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Manfaat Pohon Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaruh Tanah Berpasir dan Rendah Asam Pada Tanaman Sengon

Pengaruh Tanah Berpasir dan Rendah Asam Pada Tanaman Sengon

Dalam menanam pohon atau tanaman, pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah. Tekstur tanah mempunyai kemampuan dalam menahan air dan unsur hara yang terkandung di dalamnya. Pada tekstur tanah berpasir akan menyebabkan rendahnya kemampuan dalam mengikat air dan unsur hara. Jadi meskipun kita melakukan pemupukan secara berkala namun akan mudah hanyut kala hujan deras. Kondisi ini akan diperparah jika kandungan asam cukup rendah sehingga kandungan unsur hara yang terkandung di dalamnya akan kurang seimbang.

Pada kondisi tanah asam akan menyebabkan terganggunya perkembangan perakaran tanaman karena adanya hambatan fisik tanah. Pada tanah asam, konsentrasi Al (aluminium) cukup tinggi sehingga menghambat pembelahan sel pada ujung akar sehingga fungsi akar dalam menyerap air dan unsur hara menjadi terganggu.

Dengan berbagai kendala seperti terganggunya akar dalam menyerap air dan unsur hara, kemampuan tanah yang rendah dalam mengikat unsur unsur hara dan air dan ketersediaan unsur hara yang kurang seimbang menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman.

Pada tanaman yang kekurangan zat besi (fe) gejalanya nampak pada bagian tanaman yang masih muda. Pada tulang daun terjadi perubahan warna dari kehijauan menjadi kekuningan atau agak keputihan. Jika gejala tersebut berkelanjutan maka tidak bisa menutup kemungkinan tanaman tersebut akan mati. Setiap tanaman membutuhkan proses fotosintesis demi kelangsungan hidupnya. Jadi jika ada gangguan pada pembentukan hijau daun maka akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Maka untuk tanaman sengon jika di tanam di tanam pada tanah yang bertekstur pasir dan asam serta kekurangan unsur Mn, Mo dan Fn maka akan mengakibatkan beberapa hal:

  1. Terganggunya proses fotosintesis

Berkurangnya unsur Mn akan mempengaruhi proses fotosintesis dimana unsur Mn sangat penting dalam fase fotolisis. Dengan adanya kekurangan unsur Fe maka akan terganggu pada penyusunan klorofil. Sedangkan klorofil merupakan syarat terjadinya fotosintesis. Sehngga dengan kekurangan unsur Fe proses fotosintesis akan terhambat.

  1. Terganggunya proses penyerapan unsur hara

Tekstur tanah yang berpasir akan berpengaruh langsung pada terganggunya sistem perakaran. Dimana akar berfungsi sebagai penyerap unsur hara dan air. Tanah yang berpasir menunjukkan rendahnya kemampuan tanah dalam mengikat unsur hara dan air.

  1. Terganggunya fotosintesis dan penyerapan unsur hara dan air maka berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman sengon.

Dengan demikian tanah yang berpasir dan rendah asam kurang cocok bila di tanami berbagai jenis pohon sengon karena mempunyai resiko kematian yang cukup besar. Sehingga bila ingin menjadikan lahan sengon membutuhkan biaya yang sangat banyak dan cukup waktu agar tanah tersebut dapat diolah.

Tanah yang mempunyai pH yang rendah dapat diberikan kapur seperti dolomit untk menetralkan kandungan asam yang rendah. Setelah itu tanah perlu di bajak (dicangkul) agar kapur dan tanah bercampur rata. Lahan tersebut perlu didiamkan selama minimal 2 minggu untuk memberikan kesempatan kapur terserap ke dalam tanah.

Untuk menunjang kekurangan unsur hara perlu diberikan pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk urea sesuai dosis yang dianjurkan. Pemberian kapur jangan berdekatan dengan waktu penanaman agar kapur tercampur rata dan menyerap dalam tanah. Di samping itu perlu pemberian pupuk untuk memenuhi kekurangan unsur hara dalam tanah.

Setelah semuanya siap, barulah kita dapat menanam lahan tesebut dengan jenis tanaman lain terlebih dahulu. Setelah tanaman pendukung telah tumbuh dan berumur beberapa minggu, barulah kita dapat menanam dengan pohon sengon.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Kayu Sengon, Pohon Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Budidaya Sengon dengan Cara yang Sederhana

Budidaya Sengon dengan Cara yang Sederhana

Budidaya sengon mulai banyak dikembang kan oleh petani dan pemilik lahan sebagai investasi yang menguntungkan. Sebagai lahan investasi sengon dinilai cukup menguntungkam karena harganya yang cukup tinggi, cara memasarkan mudah, dapat dipanen dalam waktu sekitar 5 tahun dan kemudahan dalam mendapatkan bibit sengon. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk dapat meningkatkan pendapatan dari sektor kayu keras.

Pemerintah sendiri menganjurkan penanaman bibit sengon untuk tujuan penghijauan kembali lahan perkebunan atau perbukitan agar terhindar dari erosi.

Untuk dapat menanam pohon sengon ada beberapa tahapan yang perlu kita ketahui

  1. Lahan yang akan digunakan untuk menanam pohon sengon

Lahan untuk menanam sengon diusahakan yang subur dan dekat dengan sumber air. Memang sekarang sudah ada bibit sengon solomon yang bisa tumbuh di lahan yang gersang dan lebih sedikit mengandung air. Untuk lahan yang berkapur juga sebenarnya bisa ditanami dengan sengon, hanya saja perlu perlakuan khusus seperti pemberian kapur dan pemberian pupuk kandang dalam jumlah yang cukup sebelum ditanami sengon.

  1. Bibit sengon yang berkualitas

Sengon di Indonesia terdiri dari beberapa jenis yaitu sengon buto (abang), sengon tekik, sengon purworejo, sengon laut atau sengon morotai dan sengon solomon. Masing-masing jenis mempunyai ciri khas dan dari jenis tersebut yang paling unggul adalah jenis sengon solomon.

Sengon solomon mempunyai pertumbuhan yang paling cepat, berbatang lurus, diameter besar dan dapat dipanen pada umur 5 tahun, lebih tahan terhadap serangan hama dan dapat tumbuh di lahan yang lebih tandus.

Ciri-ciri bibit yang bagus adalah berumur 6-8 bulan, tinggi bibit sekitar 40 cm, segar dan tidak ada hama.

  1. Pembuatan lubang tanaman

Setelah lahan yang akan kita siap, tiba saatnya kita untuk membuat lubang yang berukuran 40x40x40 cm.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

  1. Jarak tanaman

Dalam menanam pohon sengon perlu diperhatikan adalah jarak tanaman. Jarak sangat mempengaruhi hasil panen karena bila terlalu dekat pohon pertumbuhan akan kerdil sedangkan bila terlalu jauh jaraknya maka dalam satu area hanya sedikit pohon sengon yang dapat di tanam. Untuk lubang dapat diberi jarak sekitar 3×3 meter atau 3×2 meter. Pembuatan lubang sebaiknya dilakukan dilakukan 3 bulan sebelum waktu penanaman pohon.

  1. Penanaman pohon sengon

Kita dapat melakukan penanaman pohon sengon setelah terlebih dahulu membuka polybag. Bibit yang telah dipisahkan dari polybag bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang tanaman.

Perawatan pohon sengon

Pohon sengon yang telah ditanam perlu dilakukan perawatan yang maksimal agar menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

Pemupukan

Pemupukan dapat kita lakukan minimal 3 bulan sekali. Pemupukan dapat terus kita berikan hingga umur sengon 3 tahunan. Untuk sengon yang berumur 3 – 6 bulan, pupuk yang diberikan cukup segenggam tangan untuk masing-masing pohon.

Pupuk yang diberikan bisa pupuk jenis Urea, phonska, ZA dan NPK. Pupuk kandang juga bisa diberikan. Bila lebih suka yang praktis dengan cara di semprot bisa menggunakan pupuk organik.

Mendangir (membersihkan ) rerumputan yang ada disekitarnya

Pendakiran dilakukan sebelum kita melakukan aktivitas pemupukan. Jadi pupuk yang kita berikan dapat diserap secara maksimal oleh tanaman sengon.

Untuk aktivitas pembersihan ini, dilakukan sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.

Pengairan

Pengairan juga perlu diperhatikan agar tanaman sengon tidak kekurangan suplai air. Untuk jenis sengon solomon relatif lebih tahan terhadap lahan yang kekurangan air atau suplai air berkurang. Namun untuk sengon butho, sengon tekik dan sengon laut mempunyai ketergantungan cukup tinggi pada ketersediaan air.

Menyemprot menggunakan pestisida

Kita juga perlu menyemprot menggunakan pestisida agar sengon dapat terhindar dari berbagai hama. Seperti kita ketahui, sengon terkadang diserang hama ulat kayu dan karat puru. Saat sengon diserang ulat kayu maka ulat menyerang bagian dalam pohon sengon sehingga sengon akan mudah patah dan bisa menyebabkan kematian. Jika sengon yang mengalami ulat kayu masih kecil, diusahakan langsung dicabut dan dikubur agar tidak menular ke pohon sengon yang lain.

Penyulaman

 Pohon yang telah mati perlu diganti dengan yang baru. Metode tersebut dinamakan penyulaman.

Penyulaman dilakukan untuk mengganti pohon sengon yang mati atau yang pertumbuhan dibawah rata-rata. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada saat sengon berumur masih muda agar pertumbuhannya tidak terlalu jauh dengan sengon yang lain.

Pemangkasan

Jika pohon sengon telah beranjak besar, maka kita perlu melakukan pemangkasan agar pohon dapat tumbuh keatas. Dengan utmbuh keatas, maka batang pohon sengon akan bertambah tinggi dengan diameter batang yang semakin besar.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita menanam pohon sengon. Dengan proses pemilihan benih yang bagus, perawatan pada masa pertumbuhan, pemberian pupuk dan pemeliharaan pohon sengon secara berkelanjutan maka akan menghasilkan pohon sengon yang berkualitas. Di samping itu untuk penghematan perlu di lakukan teknik tunggul atau coppies dimana kita bisa menggunakan satu bibit untuk beberapa kali panen.

Caranya cukup sederhana yaitu pada saat panen perdana, potong batang sengon dengan sudut 45 derajat pada ketinggian 10 cm di atas permukaan tanah. Dengan begitu akan tumbuh tunas baru pada bekas batang sengon tersebut yang dapat kita panen 3 tahun kemudian. Setelah kita memanen dengan sistem tunggul tersebut, kita dapat menggunakan metode yang sama untuk dapat memanen sengon untuk ketiga kali dan seterusnya. Jadi bibit sengon dapat digunakan untuk 3 – 4 kali panen pohon sengon. Cukup mengurangi pengeluaran dan yang pasti lebih cepat dipanen karena dalam waktu 3 tahun sudah dapat dipanen. Untuk biaya perawatan juga lebih bisa ditekan.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Budidaya Sengon Sederhana, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Harga Kayu Sengon Pada Tahun 2016

Harga Kayu Sengon Pada Tahun 2016

Seperti halnya kayu jenis lain, kayu sengon mengalami peningkatan harganya dari waktu ke waktu. Banyaknya permintaan dari perusahaan atau masyarakat terhadap kebutuhan kayu sengon menyebabkan harga kayu sengon beranjak naik. Jika di masyarakat umumnya menjual dalam hitungan per pohon maka untuk perusahaan mereka membeli dalam bentuk gelondongan atau per meter kubik. Disinilah peran seorang perantara dalam menentukan harga dan memprediksi jumlah kubik dalam satu pohon.

Untuk harga per pohon bervariasi tergantung daerah dan besaran pohon yang diperjual-belikan. Semakin besar diameter dan lurus bentuk pohonnya maka akan semakin mahal. Di daerah Sleman Yogyakarta  untuk harga pohon sengon yang telah berumur kira-kira 5 tahun dihargai sekitar 1 jutaan. Harga tersebut berbeda di bandingkan dengan kayu sengon yang ada di daerah Gunungkidul Yogyakarta yang ternyata harganya lebih murah lagi. Faktor geografis dan transportasi menjadi salah satu penyebabnya.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

Untuk harga sengon pada tahun 2016 ini di bedakan berdasarkan ukuran diameter dan panjang kayu sengon. Untuk diameter 20-24 cm, dengan panjang 100 cm harganya sekitar 800 ribu. Sedangkan bila diameter 30-39 cm dan panjang 200 cm maka harganya 910 ribu. Bila diameter 50-59 cm dan panjang 300 cm maka harganya bisa mencapai 1 juta lebih. Untuk itu pembelian per pohon lebih murah di bandingkan kita membeli dalam hitungan kubik atau hitungan per log.

Untuk harga sengon yang dijual per log mempunyai harga yang berbeda. Jika panjang log sekitar 105 cm dengan diameter 25 cm ke atas maka harganya 1 juta lebih. Sedangkan jika panjang log sekitar 205 cm dan diameter 25-29 cm harganya Rp1,100,000. Diameter 30-39 cm harganya Rp1,200,000. Diameter  40-49 cm harganya Rp1,300,000.  Untuk diameter 50 cm ke atas harganya Rp1,400,000.

Harga sengon diprediksi akan terus mengalami kenaikan karena permintaan kayu sengon yang terus bertambah sementara lahan untuk penanaman pohon sengon mengalami penyusutan karena banyak lahan di alih fungsikan menjadi pemukiman atau menjadi lahan produktif lainnya.

Kayu sengon banyak dibutuhkan pada bidang industri, rumah tangga, konstruksi dan mebel. Untuk konstruksi, sengon banyak di butuhkan untuk konstruksi bangunan seperti  untuk papan cor beton, usuk, reng dan masih banyak lagi. Sedangkan pengusaha mebel sering menjadikan kayu sengon sebagai bahan baku pembuatan meja, kursi, tempat tidur, kusen, pintu, jendela, lemari dan aneka peralatan untuk menunjang edukasi di sekolah-sekolah. Untuk bidang industri, kayu sengon banyak dimanfaatkan untuk pembuatan pulp, kotak peti kemas, bahan utama korek api dan masih banyak lagi.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

Kayu sengon dipiliha karena mempunyai berbagai kelebihan jika dibandingkan jenis kayu lainnya seperti kayu jati atau kayu mahoni atau besi. Kayu sengon dari bahan mudah dibentuk menjadi berbagai macam kebutuhan, mudah di paku, mudah kering, tidak gampang pecah, harganya cukup kompetitif dan lebih mudah di dapatkan. Sementara kayu lain memang kualitas lebih bagus hanya saja harganyapun jauh lebih mahal. Pertumbuhannya yang lama menyebabkan jati lebih sulit ditemui. Di samping itu mempunyai berat yang lebih sehingga tidak praktis digunakan untuk berbagai keperluan.

Harga kayu sengon di tiap daerah memang bervariasi. Biasanya para petani menjual dalam bentuk hitungan per batang. Para pemborong biasanya yang menentukan harga dan mencari tenaga untuk memotong dan menyediakan transportasi untuk mengirimkan ke pemesan. Sehingga sangat wajar jika harga jauh lebih rendah bila dibandingkan di toko bahan bangunan yang dijual dalam bentuk jadi.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon 2016

 

Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Pada umumnya kayu sengon dapat dipanen pada umur diatas 7 tahun. Di antara jenis kayu sengon, hanya jenis sengon solomon yang dapat dipanen pada umur 5 tahun dengan diameter sekitar 50 cm. Sedangkan pada jenis sengon lainnya, pada umur 5 tahun, diameter pohon berkisar antar 20- 25 cm saja. Namun sekarang ada pohon sengon yang dapat dipanen pada umur 3 tahun.  Setelah ditelusuri ternyata hal itu bukan disebabkan karena varietas unggul namun karena menerapkan teknologi tunggul atau coppies.

Mungkin banyak yang kurang mengerti seperti apa teknologi tunggul atau coppies itu? Jadi pada tahap awal kita menanam pohon sengon secara konvensional pada lahan seluas 1 hektar. Pola tanaman sama seperti saat kita menanam sengon pada umumnya. Setelah umur tanaman berkisar 5 tahun, kita dapat memanen pohon sengon yang kita tanam. Bedanya,bila pada umumnya kita memangkas habis hingga pangkal pohon, maka jika kita menggunakan teknologi tunggul atau coppies kita harus menyisakan pangkal batang setinggi 10 cm dari atas permukaan tanah dengan kemiringan batang sekitar 45◦.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

Menebang dengan metode miring

Menurut guru besar Fakultas Kehutanan  Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar MSc, ketinggian tunggul 10 cm cukup ideal. Dengan luka potong sekitar 10 cm dari permukaan tanah maka ada kemungkinan  tunas akan muncul. Sebaliknya bila luka potong terlalu mendekati permukaan tanah dengan posisi rata maka tunggul akan cepat mati. Jika memotong terlalu tinggi juga beresiko tunas yang muncul akan mudah tertiup angin.

Pohon dengan nama latin Paraserianthes falcataria ini dipotong dengan sudut kemiringan 45◦ untuk mencegah genangan air diatas luka tebangan, terutama pada saat musim hujan. Sengon termasuk tanaman yang sangat menyukai sinar matahari sehingga bila kondisi lingkungan atau luka bekas tebangan lembab maka akan menyebabkan tunggul cepat menjadi busuk. Dan hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan tunas.

Setelah 2 minggu kemudian, beberapa tunas akan tumbuh pada tunggul. Kita bisa menyeleksi beberapa tunas itu dan menyisakan satu tunas terbaik yang mempunyai kriteria bebas hama dan penyakit, berbatang lurus dan kokoh dan dekat dengan permukaan tanah. Alasannya karena letak tunas yang dekat dengan sumber unsur hara, tunas juga akan cepat menyatu dengan tunggul utama.

Sebulan kemudian, tunas setinggi 30-50 cm akan tumbuh dan bisa kita berikan pupuk kandang dengan dosis  5 kg per batang. Pada tahun pertama dan kedua, pemberian pupuk dosis 3 kali per tahun. Pada tahun ketiga, pohon sengon tersebut tidak perlu diberikan pupuk lagi. Karena pada tahun ketiga kita sudah dapat memanen pohon sengon kita.

Mempunyai sistem perakaran yang kuat

Sistem tunggul atau coppies sebenarnya termasuk teknologi lama. Hanya saja penerapan dalam jumlah yang besar yang belum disosialisasikan. Untuk penerapan teknologi tunggul pada umumnya untuk lahan 2- 3 hektar. Untuk penerapan dalam skala besar memang belum umum dilakukan. Hal itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi oleh pemerintah dan dinas terkait.

Teknologi tunggul mempunyai keunggulan diantaranya:

  1. Masa panen lebih cepat dibandingkan pada panen perdana/ panen dengan penanaman sengon metode konvensional.
  2. Pertumbuhan tanaman sengon bongsor/ cepat besar. Hal itu disebabkan tunas adventif hasil seleksi tumbuh karena sudah tersedia cadangan makanan dan hormon penunjang pertumbuhan sehingga panen lebih cepat di bandingkan sistem konvensional.
  3. Lebih hemat karena dari satu bibit bisa panen 3-4 kali. Jadi kita hanya perlu mengeluarkan biaya untuk bibit pertama saja, setelah itu tidak perlu ditanami bibit lagi.
  4. Kualitas kayu sengon hasil penanaman sistem tunggul lebih bagus dibandingkan kualitas kayu pada penanaman pertama/ konvensional atau perbanyakan dengan biji. Hal ini disebabkan kayu tunggul berasal dari seleksi tunas adventif yang sehat.

Akar pohon sengon pada panen pertama berperan dalam penyerapan nutrisi. Untuk itu pertumbuhan pohon sengon pada sistem tunggul menjadi lebih cepat. Selain itu biaya perawatan dapat ditekan karena pemberian pupuk kandang hanya pada tahun pertama dan kedua. Pada tahun ketiga sudah tidak perlu karena sudah memasuki masa panen.

Setelah 3-4 kali panen, barulah kita perlu mengganti dengan bibit yang baru. Pohon yang berkali-kali di panen sudah memasuki masa penuaan yang fungsi sel terhambat sehingga dapat mempengaruhi perkembangan tunas.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat menanam dengan teknik tunggul:

  1. Pemupukan dan perawatan sangat mutlak diperlukan karena bila tanah yang mengandung unsur hara dan mineral tidak diperbaiki maka akan mengurangi kesuburan.
  2. Pertumbuhan tunas perlu diperhatikan. Jika ada gejala penyakit karat puru atau ulat kayu perlu di pangkas. Setelah pemangkasan biasanya akan tumbuh tunas baru. Pemantauan perlu di lakukan minimal 2 minggu sekali.

Bila kita mau menerapkan hal tersebut maka kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan sekali kita menanam benih, untuk selanjutnya kita tinggal merawat dan memeliharanya saja. Sengon dengan teknik tunggul dapat digunakan hingga umur tanaman 15 tahun. Sedangkan bila berumur lebih dari itu harus diganti dengan bibit yang baru.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon