Tag Archives: Budidaya Pohon Sengon

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Pohon sengon (Paraserianthes falcaria) termasuk famili Mimosaceae.Sengon dapat tumbuh di ketinggian 0 – 800 dpl (dari permukaan laut) bahkan hingga 1600 dpl, pohon sengon masih dapat tumbuh. Di Indonesia, wilayah yang banyak di tumbuhi oleh pohon sengon diantaranya adalah Maluku, Papua hingga ke kepulauan Solomon. Menanam sengon memiliki banyak keuntungan karena cepat tumbuh, kayu sengon banyak di gunakan dalam berbagai kebutuhan industri dan rumah tangga dan harga yang ditawarkan termasuk tinggi. Jadi bernilai ekonomis.

Sengon dapat tumbuh hingga 7 meter pada tahun pertama. Untuk memperbanyak bisa dengan menyemaikan biji sengon. Biji sengon yang akan dijadikan benih berasal  dari induk kayu sengon yang memiliki sifat tegak lurus, tahan terhadap penyakit, tidak mempunyai hama pada batangnya.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Ciri-ciri biji sengon yang baik antara lain:

  1. Bentuk biji sengon masih utuh
  2. Berasal dari pohon yang berkualitas bagus
  3. Ukuran biji sengon maksimum
  4. Ketika direndam dalam air akan tenggelam
  5. Mempunyai kulit bersih berwarna coklat tua
  6. Mempunyai daya tumbuh dan daya hidup. Caranya dengan mengupas biji sengon dan memeriksa lembaganya. Jika masih utuh dan cukup besar berarti daya tumbuhnya tinggi.

Untuk membuat daya kecambah dari benih sengon menjadi maksimal maka perlu dibuat dengan cara benih di rendam dalam air panas mendidih (80⁰ C) selama 15 – 30 menit. Kemudian biji di rendah dalam air dingin selama 24 jam, ditiriskan dan biji siap untuk disemaikan.

Tempat persemaian yang ideal adalah:

  1. Di tempat yang datar atau derajat kemiringan maksimal 5 %
  2. Berdekatan dengan lokasi penanaman sengon. Setidaknya dekat dengan jalan raya agar meminimalisir kerusakan bibit sengon saat dalam pengangkutan
  3. Tanahnya subur dan gembur, todak berbatudan tidak mengandung tanah liat.

 Beberapa tahapan dalam persemaian benih sengon:

Kita  perlu melakukan penaburan benih sengon untuk memperoleh prosentase kecambah sengon secara lebih maksimal dan menghasilkan kecambah yang berkualitas.

Bahan yang di gunakan untuk proses penaburan benih sengon antara lain:

  • Benih sengon
  • Tanah yang dibentuk bedeng untuk tempat menabur. Terbuat dari kayu atau bambu dnegan atap rumbia. Tinggi naungan sekitar 75 cm dengan ukuran belakang 50 cm. Ukuran bak sekitar 5 x 1 m.
  • Media tabur yaitu campuran pasir dan tanah dengan komposisi 1 : 1
  • Peralatan penyiraman
  • Dekat dengan sumber air atau ketersediaan air cukup

Teknik pelaksanaan dalam proses penaburan:

  1. Bedeng tabor diisi dengan media tabur yang berasal dari campuran tanah dan pasir dengan komposisi seimbang dengan ketebalan 10 cm. Media tabur harus bersih dari berbagai sampah atau kotoran yang dapat mengganggu pertumbuhan benih sengon nantinya.
  2. Penaburan di lakukan pada pagi hari atau sore hari. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
  3. Buat larikan yang berjarak 5 cm dengan kedalaman 2 cm. Penaburan di lakukan diatas larikan dan diatur rapi, tidak saling bertumpuk agar pertumbuhan bagus. Setelah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap dilakukan penyapihan.

Langkah-langkah penyapihan bibit sengon:

  1. Mempersiapkan polybag ukuran 10 x 15 cm
  2. Masukkan media tanamberupa tanah subur, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi seimbang ( 1:1:1). Jika tanah cukup gembur, komposisi pasir di kurangi. Aduk hingga rata.
  3. Masukkan ke dalam polybag setinggi ¾ bagian. Masukkan kecambah sengon di media tanam.
  4. Polybag kecambah diletakkan di bawah naungan yang terbuat dari atap jerami/ daun kelapa agar kecambah terhindar dari sengatan sinar matahari langsung
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Pemeliharaan bibit sengon selama dalam persemaian:

  • Penyiraman

Penyiraman di lakukan pagi, siang dan sore hari dengan nozzle. Pada saat bibit dipindahkan, penyiraman dilakukan lebih banyak. Termasuk pada saat hari panas.

  • Pemupukan

  Pemupukan dilakukan menggunakan larutan “gir”. Pembuatannya dengan cara drum diisi dengan pupuk kandang separuhnya. Tambahkan air ¾ bagian, tambahkan 15 kg pupuk TSP lalu aduk rata. Biarkan selama seminggu baru bisa digunakan.

   Dosis pemupukan sebanyak 2 sdm per minggu. Pada umur 6 bulan ketika tingginya 70-125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.

  • Penyulaman

  Penyulaman dilakukan apabila ada bibit yang mati. Penggantian harus secepatnya di lakukan agar bibit tidak terlalu jauh berbeda dengan bibit yang di tanam terlebuh dahulu.

  • Penyiangan

  Apabila dalam lahan terdapat tanaman pengganggu atau gulma maka perlu dibuang. Pencabutan harus di lakukan dengan hati-hati agar akar sengon tidak   terganggu. Jika ada hama seperti cacing, tikus atau semut harus di singkirkan.

Penyeleksian sebelum benih sengon di pindahkan ke lahan:

Penyeleksian perlu di lakukan sebelum memindahkan bibit sengon ke lahan perkebunan dengan tujuan agar benih tumbuh optimal. Kita harus memprioritaskan benih yang berkualitas baik dibandingkan benih dengan kualitas kurang baik agar terjadi penyeragaman pertumbuhan benih sengon.

Persiapan Lahan

Cara pelaksanaan dibagienjadi 3 yaitu mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya sendiri terbagi menjadi 2 tahap:

  1. Pembersihan lahan

Pembersihan lahan dari semak belukar da padang rumput agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman.

  1. Pengolahan tanah

Memperbaiki struktur tanah dengan cara mencangkul atau membajak lahan.

Penanaman

  • Pembuatan dan pemasangan ajir tanam. Dibuat dari bambu atau kayu dengan panjang hingga 1 meter, lebar hingga 1,5 cm. Ini bertujuan agar bibit sengon ditanam sesuai dengan jarak yang diinginkan.
  • Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada bagian ajir tanaman.
  • Pengangkutan bibit sengon
  • Penanaman bibit sengon.

Pemeliharaan

  • Penyulaman/ penggantian tanaman

  Dilakukan pada saat 2-4 minggu setelah tanam dan pada waktu pemeliharaan pada tahun pertama

  • Penyiangan/ pembebasan tanaman pokok dari tanaman pengganggu
  • Pendangkiran/ usaha penggemburan tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman
  • Pemangkasan / memangkas cabang tanaman sengon yang kurang berguna
  • Penjarangan/ memberikan ruang tumbuh secara lebih luas bagi tanaman sengon.

 Penjarangan ini pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun di lakukan sebesar 25% dari jumlah seluruh tanaman. Jadi dalam 1 hektar terdapat pengurangan 332 tanaman sehingga hanya 1000 tanaman yang akan di pelihara per hektarnya. Penjarangan kedua sekitar 40 % dari pohon yang ada jadi hanya tersisa 600 pohon dalam 1 hektar.

Penjarangan dilakukan dengan menebang pohon secara berselang seling dalam tiap barisan dan lajur penanaman.

Pemeliharaan tahun pertama – tahun ketiga berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangkiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Selanjutnya tinggal pemeliharaan lanjutan berupa penjarangan agar tanaman tumbuh optimal.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Kayu Sengon, Pohon Sengon, Batang Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Budidaya Pohon Sengon, Jual Kayu Sengon, Grosir Kayu Sengon, Harga Kayu Sengon

Advertisements