Batang Sengon

Serangan Hama Boktor

Beberapa Hama dan Penyakit yang Dapat Menyerang Pohon Sengon

Beberapa Hama dan Penyakit yang Dapat Menyerang Pohon Sengon

Pohon sengon merupakan jenis tanaman yang mampu hidup disebaran iklim yang luas, terutama didaerah tropis. Pohon sengon memang dikenal memiliki usia hidup yang tinggi, dengan akar tunggangnya yang berbentuk bulat dan kuat mampu menjulang ke tanah dengan ukuran sama besar antara akar dengan batang sengon.

Dalam penanaman sebuah pohon hama dan penyakit memang menjadi permasalahan bagi para petani terutama bagi penanam pohon sengon, mengingat pohon sengon termasuk jenis tanaman yang memiliki potensi yang baik dan serbaguna dalam pemanfaatannya, maka hal tersebut dirasa merugikan bagi sebagian besar para petani pohon sengon.

Apa yang dimaksud hama itu?

Hama adalah semua jenis hewan atau binatang yang dapat merusak tumbuhan yang dapat merugikan manusia dari segi ekonomi. Hama juga dapat diartikan sebagai hewan pengganggu, dalam penyerangannya hama bisa saja seluruh bagian, kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai angka yang besar, akan tetapi tidak sampai menggagalkan panen. Besar atau kecilnya kerugian tergantung dengan jenis hama yang menyerang.

Apa yang dimaksud dengan penyakit tanaman itu?

Penyakit adalah kondisi saat tanaman terganggu atau terhambat yang penyebabnya bukan berasal dari hama, tentu hal ini akan merugikan manusia. Penyakit juga dapat menyebabkan pertumbuhan yang abnormal. Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman diantaranya jamur, virus, ganggang dan bakteri.

Dari segi ekonomi, hama dan penyakit memang merugikan khususnya bagi para petani. Padahal pohon sengon memiliki potensi yang cukup besar banyak industri pengolahan kayu yang memili jenis kayu sengon, karena permintaan yang semakin banyak sampai saat belum terpenuhi. Pohon sengon sebagai pohon yang cukup kuat terkadang masih terserang oleh hama penyakit yang mengakibatkan pertumbuhannya kurang optimal.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Berikut beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang pohon sengon

  1. Boktor

Boktor atau yang sering disebut dengan kumbang ini adalah jenis hama yang biasanya menyerang saat pohon sengon berusia 3 tahun, bagian yang diserang yaitu pada bagian batang sampai rapuh. Awal penyerangan hama boktor yaitu saat ada bagian batang yang berlubang kemungkinan pada saat itu telur sudah menjadi larva. Tanda-tanda batang sengon sudah mulai terkena hama boktor yaitu adanya gerek halus yang menempel pada permukaan kulit batang.

Serangan Hama Boktor

Serangan Hama Boktor

  1. Penyakit Karat Puru

Penyakit karat puru ini dapat menyerang sengon karena disebabkan oleh jamur Uromycladium tepperianum. Tingkat penularannya tergolong cepat, hal ini ditandai dengan adanya pembengkakan akibat jamur yang menyerang di cabang, pucuk ranting, tangkai dan daun sengon. Yang awal berwarna hijau berubah menjadi cokelat. Jamur ini tidak mengenal usia dalam penyerangannya, saat usia masih 1-2 tahun bisa menyerang pada batang utama yang rusak dan cacat. Jika penyakit menyerang pada saat persemaian sebaiknya dilakukan pencabutan dan pemusnahan bibit agar tidak menular.

Penyakit Karat Puru

Penyakit Karat Puru

  1. Jamur Upas

Jamur ini dapat menyerang pohon sengon pada bagian atas dengan berbagai usia bisa melalui luka atau kulit kayu yang tipis. Akibat dari serangan jamur ini yaitu warna batang kayu sengon yang berubah dan lambat laut menjadi pecah-pecah dan terkelupas. Jenis penyakit ini bisa dikendalikan dengan pemangkasan maupun pembakaran pada bagian tanaman yang terserang

  1. Jamur Akar Merah

Penyakit akar merah diakibatkan oleh Ganoderma sp. Jenis penyakit ini bisa dideteksi berdasarkan keadaan jamur di pangkal batang yang berwarna merah kecokelatan. Apabila diadakan pengamatan yang lebih lanjut, akibat dari penyakit ini daun akan menipis hingga menyebabkan kematian. Jamur akar merah biasanya muncul pada saat musim. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan membersihkan batang sengon yang sudah terserang dan membuat parit isolasi. Untuk mencegah penyakit bisa dilakukan dengan pemberian pasta dengan cara mengoleskan pada akar tanaman dengan dosis yang sesuai yang terdapat pada label kemasan.

Memang hama dan penyakit sudah umum menyerang tumbuhan, perlunya mengetahui jenis hama dan penyakitnya setidaknya dapat menganstisipasinya agar hama tersebut tidak menyerang tumbuhan yang kita tanam.

Dan jika anda menginginkan kayu sengon, kami menyediakan kayu sengon berkualitas berbagai ukuran baik grosir maupun eceran, untuk pemesanan silahkan hubungi kami di:

0821 3755 7003

Kata Terkait : Pohon Sengon, Tanaman Sengon, Hama Sengon, Penyakit Pada Sengon, Jenis Hama Sengon, Jenis Penyakit Pada Sengon, Batang Sengon, Kayu Sengon

Advertisements
Karat Puru

Mengatasi Penyakit Parut Puru Pada Kayu Albasia atau Sengon

Mengatasi Penyakit Parut Puru Pada Kayu Albasia atau Sengon

Saat ini Departemen Kehutanan terus menggalakkan program penanaman pohon dengan target satu juta pohon. Hal tersebut sebagai wujud keprihatinan pada banyaknya penebangan liar yang mengakibatkan erosi di beberapa tempat juga untuk menyediakan suplai oksigen yang menyegarkan bagi masyarakat.

Sekarang tidak hanya pemerintah yang menggalakkan namun di dukung masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat hingga pihak swasta yang mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penghijauan dan menyediakan kebutuhan kayu bagi industri dan rumah tangga. Sekarang di bebagai daerah terdapat Tahura (tanaman hutan rakyat) yang pengelolaannya di lakukan oleh penduduk lokal. Sayangnya di tengah upaya pemerintah melakukan program penanaman, upaya sosialisasi  terhadap masyarakat tentang berbagai macam penyakit yang menyerang pada tanaman sengon masih cukup kurang.

Salah satu penyakit yang menyerang pada pohon sengon adalah karat puru.  Karat puru adalah penyakit yang menyerang kayu sengon/ albasia yang bisa mengakibatkan kematian pada pohon tersebut.

Ciri-ciri pohon sengon yang terkena penyakit parut puru adalah di temukannya benjolan pada dahan, daun, batang, cabang dan ranting pohon. Penyakit ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian pohon sengon. Penyakit ini menyerang tidak hanya pada pohon yang sudah besar namun bisa menyerang pada sengon yang masih menjadi benih di persemaian hingga sengon berumur 3 tahun.

Cara menanggulangsinya dengan mengembangkan teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman secara efektif. Dengan begitu penyebaran penyakit ini bisa dikendalikan dan dapat merugikan industri kayu rakyat. Masyarakat harus mengetahui cara penanggulangannya agar tidak menyebar.

Penyakit Karat Puru

Penyakit Karat Puru

Penyebab penyakit parut puru

Penyebab dari karat puru adalah adanya Uromycladium notabile dan Uromycladium tepperianum yang menyebabkan timbul bintil-bintil pada tunas dan kayu sengon yang bisa meyerang sebagian besar dari bagian pohon sengon.

Gejala yang di timbulkan:

  1. Adanya pertumbuhan lebih pada bagian sengon yang diserang
  2. Pembengkakan lokal pada bagian pohon seperti daun, batang dan cabang
  3. Pembengkakan berubah menjadi bitil-bintil kecil (puru/ gall)
  4. Jika sudah menyerang seluruh bagian pohon, maka pohon sengon dapat mati.

Pengendalian penyakit parut puru:

  1. Menghilangkan karat puru

Bagian dari pohon sengon yang terkena parut puru dihilangkan dengan cara diambil, di kupulkan dan dikubur dalam tanah agar tidak menular.

  1. Batang pohon yang terinfeksi di beri labur dan disemprot dengan larutan.

Bahan yang digunakan:

  • kapur 1 kg dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • Belerang 1 kg dilarutkan dalam 5 – 10 liter
  • kapur di campur dengan belerang dengan perbandingan 1 : 1 dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • kapur di campur dengan garam dengan perbandingan 10 : 1 dilarutkan dalam air 5 – 10 liter
  • belerang di campur garam dengan perbandingan 10 : 1 di larutkan dalam air 5 – 10 liter.
Karat Puru

Karat Puru

Setiap larutan dapat digunakan untuk 50 pohon yang terkena penyakit parut puru. Bahan yang digunakan untuk larutan labor lebih pekat di bandingkan larutan untuk bahan penyemprot. Agar lebih bersih, larutan perlu di saring terlebih dahulu sebelum di lakukan upaya penyemprotan. Jika tidak di saring maka penyemprotan tidak akan berjalan dengan lancar karena ada potensi untuk tersumbat.

Untuk itu jika kita akan memelihara sengon kita harus mengetahui berbagai gejala dan penanganannya agar pohon sengon yang kita tana terhindar dari penyakit dan dapat menghasilkan panen pohon sengon sesuai yang kita harapkan.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

0821 3755 7003

Kata Terkait : Kayu Sengon, Pohon Sengon, Batang Sengon, Penyakit Sengon, Pencegahan Penyakit, Pengobatan Penyakit

Pohon Sengon

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Cara Budidaya Pohon Sengon yang Baik

Pohon sengon (Paraserianthes falcaria) termasuk famili Mimosaceae.Sengon dapat tumbuh di ketinggian 0 – 800 dpl (dari permukaan laut) bahkan hingga 1600 dpl, pohon sengon masih dapat tumbuh. Di Indonesia, wilayah yang banyak di tumbuhi oleh pohon sengon diantaranya adalah Maluku, Papua hingga ke kepulauan Solomon. Menanam sengon memiliki banyak keuntungan karena cepat tumbuh, kayu sengon banyak di gunakan dalam berbagai kebutuhan industri dan rumah tangga dan harga yang ditawarkan termasuk tinggi. Jadi bernilai ekonomis.

Sengon dapat tumbuh hingga 7 meter pada tahun pertama. Untuk memperbanyak bisa dengan menyemaikan biji sengon. Biji sengon yang akan dijadikan benih berasal  dari induk kayu sengon yang memiliki sifat tegak lurus, tahan terhadap penyakit, tidak mempunyai hama pada batangnya.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Ciri-ciri biji sengon yang baik antara lain:

  1. Bentuk biji sengon masih utuh
  2. Berasal dari pohon yang berkualitas bagus
  3. Ukuran biji sengon maksimum
  4. Ketika direndam dalam air akan tenggelam
  5. Mempunyai kulit bersih berwarna coklat tua
  6. Mempunyai daya tumbuh dan daya hidup. Caranya dengan mengupas biji sengon dan memeriksa lembaganya. Jika masih utuh dan cukup besar berarti daya tumbuhnya tinggi.

Untuk membuat daya kecambah dari benih sengon menjadi maksimal maka perlu dibuat dengan cara benih di rendam dalam air panas mendidih (80⁰ C) selama 15 – 30 menit. Kemudian biji di rendah dalam air dingin selama 24 jam, ditiriskan dan biji siap untuk disemaikan.

Tempat persemaian yang ideal adalah:

  1. Di tempat yang datar atau derajat kemiringan maksimal 5 %
  2. Berdekatan dengan lokasi penanaman sengon. Setidaknya dekat dengan jalan raya agar meminimalisir kerusakan bibit sengon saat dalam pengangkutan
  3. Tanahnya subur dan gembur, todak berbatudan tidak mengandung tanah liat.

 Beberapa tahapan dalam persemaian benih sengon:

Kita  perlu melakukan penaburan benih sengon untuk memperoleh prosentase kecambah sengon secara lebih maksimal dan menghasilkan kecambah yang berkualitas.

Bahan yang di gunakan untuk proses penaburan benih sengon antara lain:

  • Benih sengon
  • Tanah yang dibentuk bedeng untuk tempat menabur. Terbuat dari kayu atau bambu dnegan atap rumbia. Tinggi naungan sekitar 75 cm dengan ukuran belakang 50 cm. Ukuran bak sekitar 5 x 1 m.
  • Media tabur yaitu campuran pasir dan tanah dengan komposisi 1 : 1
  • Peralatan penyiraman
  • Dekat dengan sumber air atau ketersediaan air cukup

Teknik pelaksanaan dalam proses penaburan:

  1. Bedeng tabor diisi dengan media tabur yang berasal dari campuran tanah dan pasir dengan komposisi seimbang dengan ketebalan 10 cm. Media tabur harus bersih dari berbagai sampah atau kotoran yang dapat mengganggu pertumbuhan benih sengon nantinya.
  2. Penaburan di lakukan pada pagi hari atau sore hari. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
  3. Buat larikan yang berjarak 5 cm dengan kedalaman 2 cm. Penaburan di lakukan diatas larikan dan diatur rapi, tidak saling bertumpuk agar pertumbuhan bagus. Setelah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap dilakukan penyapihan.

Langkah-langkah penyapihan bibit sengon:

  1. Mempersiapkan polybag ukuran 10 x 15 cm
  2. Masukkan media tanamberupa tanah subur, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi seimbang ( 1:1:1). Jika tanah cukup gembur, komposisi pasir di kurangi. Aduk hingga rata.
  3. Masukkan ke dalam polybag setinggi ¾ bagian. Masukkan kecambah sengon di media tanam.
  4. Polybag kecambah diletakkan di bawah naungan yang terbuat dari atap jerami/ daun kelapa agar kecambah terhindar dari sengatan sinar matahari langsung
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Pemeliharaan bibit sengon selama dalam persemaian:

  • Penyiraman

Penyiraman di lakukan pagi, siang dan sore hari dengan nozzle. Pada saat bibit dipindahkan, penyiraman dilakukan lebih banyak. Termasuk pada saat hari panas.

  • Pemupukan

  Pemupukan dilakukan menggunakan larutan “gir”. Pembuatannya dengan cara drum diisi dengan pupuk kandang separuhnya. Tambahkan air ¾ bagian, tambahkan 15 kg pupuk TSP lalu aduk rata. Biarkan selama seminggu baru bisa digunakan.

   Dosis pemupukan sebanyak 2 sdm per minggu. Pada umur 6 bulan ketika tingginya 70-125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.

  • Penyulaman

  Penyulaman dilakukan apabila ada bibit yang mati. Penggantian harus secepatnya di lakukan agar bibit tidak terlalu jauh berbeda dengan bibit yang di tanam terlebuh dahulu.

  • Penyiangan

  Apabila dalam lahan terdapat tanaman pengganggu atau gulma maka perlu dibuang. Pencabutan harus di lakukan dengan hati-hati agar akar sengon tidak   terganggu. Jika ada hama seperti cacing, tikus atau semut harus di singkirkan.

Penyeleksian sebelum benih sengon di pindahkan ke lahan:

Penyeleksian perlu di lakukan sebelum memindahkan bibit sengon ke lahan perkebunan dengan tujuan agar benih tumbuh optimal. Kita harus memprioritaskan benih yang berkualitas baik dibandingkan benih dengan kualitas kurang baik agar terjadi penyeragaman pertumbuhan benih sengon.

Persiapan Lahan

Cara pelaksanaan dibagienjadi 3 yaitu mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya sendiri terbagi menjadi 2 tahap:

  1. Pembersihan lahan

Pembersihan lahan dari semak belukar da padang rumput agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman.

  1. Pengolahan tanah

Memperbaiki struktur tanah dengan cara mencangkul atau membajak lahan.

Penanaman

  • Pembuatan dan pemasangan ajir tanam. Dibuat dari bambu atau kayu dengan panjang hingga 1 meter, lebar hingga 1,5 cm. Ini bertujuan agar bibit sengon ditanam sesuai dengan jarak yang diinginkan.
  • Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada bagian ajir tanaman.
  • Pengangkutan bibit sengon
  • Penanaman bibit sengon.

Pemeliharaan

  • Penyulaman/ penggantian tanaman

  Dilakukan pada saat 2-4 minggu setelah tanam dan pada waktu pemeliharaan pada tahun pertama

  • Penyiangan/ pembebasan tanaman pokok dari tanaman pengganggu
  • Pendangkiran/ usaha penggemburan tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman
  • Pemangkasan / memangkas cabang tanaman sengon yang kurang berguna
  • Penjarangan/ memberikan ruang tumbuh secara lebih luas bagi tanaman sengon.

 Penjarangan ini pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun di lakukan sebesar 25% dari jumlah seluruh tanaman. Jadi dalam 1 hektar terdapat pengurangan 332 tanaman sehingga hanya 1000 tanaman yang akan di pelihara per hektarnya. Penjarangan kedua sekitar 40 % dari pohon yang ada jadi hanya tersisa 600 pohon dalam 1 hektar.

Penjarangan dilakukan dengan menebang pohon secara berselang seling dalam tiap barisan dan lajur penanaman.

Pemeliharaan tahun pertama – tahun ketiga berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangkiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Selanjutnya tinggal pemeliharaan lanjutan berupa penjarangan agar tanaman tumbuh optimal.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Kayu Sengon, Pohon Sengon, Batang Sengon, Penanaman Pohon Sengon, Budidaya Pohon Sengon, Jual Kayu Sengon, Grosir Kayu Sengon, Harga Kayu Sengon