Membibitkan Sengon dengan Teknik Modifikasi Akar

Membibitkan Sengon dengan Teknik Modifikasi Akar

Sampai saat ini kebutuhan kayu memang tidak pernah surut mengingat banyaknya manfaat sebagai bahan baku furniture, kertas hingga peti kemas. Maka dari itu pemilihan bibit yang baik dalam penanaman perlu dilakukan agar saat sudah dinikmati hasilnya kayu yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang bagus.

Dalam pembibitan pohon sengon memang lebih baik bila dihasilkan dari perbanyakan biji daripada vegetatif (non-biji). Dalam pembibitan sengon dapat dilakukan pada daerah dengan kisaran tinggi 0-1000 mdpl,optimal pada suhu 18-27⁰C dan ph 6-7.

Langkah-langkah pembibitan sengon dengan modifikasi akar adalah sebagai berikut

  1. Melakukan pemiihan tanaman induk. Kriteria pohon yang dijadikan tanaman indukan, yaitu tinggi, besar, lurus dan masih muda pada usia dibawah 15 tahun dengan diameter batang 1,5 m.
  2. Dalam satu tahun buah sengon dapat dipanen satu kali sekitar April-Juli
  3. Saat biji sudah didapat, kemudian mempersiapkan media tanam berupa pasir. Semai biji yang berisi media tanam, semprot dengan air selama 7 hari. seleksi pertama dapat dilakukan dengan memilih kecambah yang tingginya mencapai 3 cm selama 7 hari.
  4. Kecambah yang sudah dipilih kemudian dipindahkan kedalam polibag yang ditutup sungkup plastik. polibag yang digunakan berdiameter 5 cm berisi media tanam berupa campuran yang terbuat dari kotoran sapi, pasir, tanah merah dan tanah hitam dengan perbandingan 1:1:2:2 sebelum tanam.

Lalu bagaimana cara melakukan teknik modifikasi akar?
Hal tersebut dapat dilakukan dengan memotong akar kecambah kemudian dicelupkan kedalam hormon pemacu pertumbuhan akar misalnya Rootone-F. Perlakuan ini membuat akar tunggang yang tadinya hanya ada 1 menjadi lebih banyak yang nantinya menyerap nutrisi lebih cepat dan lebih banyak. setelah bibit ditanam kemudian disiram menggunakan sprayer.

  1. Saat sudah 1-2 minggu sungkup plastik dibuka, kemudian bibit berada dibawah paranet. Kemudian dalam perawatan bibitnya cukup dengan menyiram bibit menggunakan sprayer. Bibit dapat dipelihara selama 1-2 minggu, selain menyiram bibit pemupukan juga perlu dilakukan dengan menggunakan pupuk hayati setiap 4 hari sekali dengan jumlah yang sesuai.
  2. Setelah bibit berusia 2 minggu bibit dipindahkan dibawah paranet ke lahan terbuka sampai usia 2 bulan, namun bibit tersebut tetap berada dalam polybag. Dalam pemeliharaan bibit pada lahan terbuka bisa dengan melakukan pembersihan gulma dan pemupukan. Bibit yang masih didalam polybag ditempatkan dalam bedengan dengan tinggi sekitar 5 cm dengan ukuran 1m x 10m.
  3. Agar akar tidak keluar dalam polybag, permukaan bedengan bisa ditutup menggunakan batu bata yang kemudian diatasnya ditutup dengan lembaran plastik. setelah itu bibit dalam polybag disusun rapi diatas plastik agar akar bibit tidak menembus ke tanah bedengan.
  4. Pemupukan dilakukan setiap 4 hari sekali, setelah bibit keluar dari paranet kemudian berikan berupa TSO dan Urea perbandingan 1:1 dengan alasan supaya cepat besar, 2 minggu berikutnya diberikan urea, ZA dan NPK Mutiara dengan perbandingan 1:2:1 untuk membesarkan batang. Kemudian 2 minggu terakhir bisa diberikan pupuk tersebut yang dicampur menjadi satu yang dilarutkan dalam air dan disemprot langsung pada media tanam bibit.
  5. Serangan hama umumnya berupa ulat daun dan belalang dapat diatasi dengan penyemprotan pestisida hayati yang mengandung mikroba dengan dosis 250cc yang dilarutkan kedalam 10 liter air
  6. Saat usia bibit sudah berkisar 2 bulan, bibit bisa siap dipanen, dengan ukuran bibit setinggi 15-20 cm. Tinggi tersebut merupakan tinggi bibit yang sebaiknya ditanam dilahan terbuka, ukuran bibit 30 cm bisa digunakan untuk penggantian bibit pada saat proses penyulaman selama budidaya.
Kayu Sengon

Kayu Sengon

Itulah beberapa langkah untuk membibitkan sengon menggunakan metode kombinasi akar, dengan penemuan ini maka bibit yang dihasilkan pun kualitasnya akan semakin baik.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait : Pohon Sengon, Pembibitan Sengon, Teknik Pembibitan, Pembibitan Kombinasi Akar, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon

 

Advertisements

Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Pada umumnya kayu sengon dapat dipanen pada umur diatas 7 tahun. Di antara jenis kayu sengon, hanya jenis sengon solomon yang dapat dipanen pada umur 5 tahun dengan diameter sekitar 50 cm. Sedangkan pada jenis sengon lainnya, pada umur 5 tahun, diameter pohon berkisar antar 20- 25 cm saja. Namun sekarang ada pohon sengon yang dapat dipanen pada umur 3 tahun.  Setelah ditelusuri ternyata hal itu bukan disebabkan karena varietas unggul namun karena menerapkan teknologi tunggul atau coppies.

Mungkin banyak yang kurang mengerti seperti apa teknologi tunggul atau coppies itu? Jadi pada tahap awal kita menanam pohon sengon secara konvensional pada lahan seluas 1 hektar. Pola tanaman sama seperti saat kita menanam sengon pada umumnya. Setelah umur tanaman berkisar 5 tahun, kita dapat memanen pohon sengon yang kita tanam. Bedanya,bila pada umumnya kita memangkas habis hingga pangkal pohon, maka jika kita menggunakan teknologi tunggul atau coppies kita harus menyisakan pangkal batang setinggi 10 cm dari atas permukaan tanah dengan kemiringan batang sekitar 45◦.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

Menebang dengan metode miring

Menurut guru besar Fakultas Kehutanan  Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar MSc, ketinggian tunggul 10 cm cukup ideal. Dengan luka potong sekitar 10 cm dari permukaan tanah maka ada kemungkinan  tunas akan muncul. Sebaliknya bila luka potong terlalu mendekati permukaan tanah dengan posisi rata maka tunggul akan cepat mati. Jika memotong terlalu tinggi juga beresiko tunas yang muncul akan mudah tertiup angin.

Pohon dengan nama latin Paraserianthes falcataria ini dipotong dengan sudut kemiringan 45◦ untuk mencegah genangan air diatas luka tebangan, terutama pada saat musim hujan. Sengon termasuk tanaman yang sangat menyukai sinar matahari sehingga bila kondisi lingkungan atau luka bekas tebangan lembab maka akan menyebabkan tunggul cepat menjadi busuk. Dan hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan tunas.

Setelah 2 minggu kemudian, beberapa tunas akan tumbuh pada tunggul. Kita bisa menyeleksi beberapa tunas itu dan menyisakan satu tunas terbaik yang mempunyai kriteria bebas hama dan penyakit, berbatang lurus dan kokoh dan dekat dengan permukaan tanah. Alasannya karena letak tunas yang dekat dengan sumber unsur hara, tunas juga akan cepat menyatu dengan tunggul utama.

Sebulan kemudian, tunas setinggi 30-50 cm akan tumbuh dan bisa kita berikan pupuk kandang dengan dosis  5 kg per batang. Pada tahun pertama dan kedua, pemberian pupuk dosis 3 kali per tahun. Pada tahun ketiga, pohon sengon tersebut tidak perlu diberikan pupuk lagi. Karena pada tahun ketiga kita sudah dapat memanen pohon sengon kita.

Mempunyai sistem perakaran yang kuat

Sistem tunggul atau coppies sebenarnya termasuk teknologi lama. Hanya saja penerapan dalam jumlah yang besar yang belum disosialisasikan. Untuk penerapan teknologi tunggul pada umumnya untuk lahan 2- 3 hektar. Untuk penerapan dalam skala besar memang belum umum dilakukan. Hal itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi oleh pemerintah dan dinas terkait.

Teknologi tunggul mempunyai keunggulan diantaranya:

  1. Masa panen lebih cepat dibandingkan pada panen perdana/ panen dengan penanaman sengon metode konvensional.
  2. Pertumbuhan tanaman sengon bongsor/ cepat besar. Hal itu disebabkan tunas adventif hasil seleksi tumbuh karena sudah tersedia cadangan makanan dan hormon penunjang pertumbuhan sehingga panen lebih cepat di bandingkan sistem konvensional.
  3. Lebih hemat karena dari satu bibit bisa panen 3-4 kali. Jadi kita hanya perlu mengeluarkan biaya untuk bibit pertama saja, setelah itu tidak perlu ditanami bibit lagi.
  4. Kualitas kayu sengon hasil penanaman sistem tunggul lebih bagus dibandingkan kualitas kayu pada penanaman pertama/ konvensional atau perbanyakan dengan biji. Hal ini disebabkan kayu tunggul berasal dari seleksi tunas adventif yang sehat.

Akar pohon sengon pada panen pertama berperan dalam penyerapan nutrisi. Untuk itu pertumbuhan pohon sengon pada sistem tunggul menjadi lebih cepat. Selain itu biaya perawatan dapat ditekan karena pemberian pupuk kandang hanya pada tahun pertama dan kedua. Pada tahun ketiga sudah tidak perlu karena sudah memasuki masa panen.

Setelah 3-4 kali panen, barulah kita perlu mengganti dengan bibit yang baru. Pohon yang berkali-kali di panen sudah memasuki masa penuaan yang fungsi sel terhambat sehingga dapat mempengaruhi perkembangan tunas.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat menanam dengan teknik tunggul:

  1. Pemupukan dan perawatan sangat mutlak diperlukan karena bila tanah yang mengandung unsur hara dan mineral tidak diperbaiki maka akan mengurangi kesuburan.
  2. Pertumbuhan tunas perlu diperhatikan. Jika ada gejala penyakit karat puru atau ulat kayu perlu di pangkas. Setelah pemangkasan biasanya akan tumbuh tunas baru. Pemantauan perlu di lakukan minimal 2 minggu sekali.

Bila kita mau menerapkan hal tersebut maka kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan sekali kita menanam benih, untuk selanjutnya kita tinggal merawat dan memeliharanya saja. Sengon dengan teknik tunggul dapat digunakan hingga umur tanaman 15 tahun. Sedangkan bila berumur lebih dari itu harus diganti dengan bibit yang baru.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Bisnis Sengon yang Menguntungkan Menurut Ir. Joko Widodo

Bisnis Sengon yang Menguntungkan Menurut Ir. Joko Widodo

Berbisnis sengon menurut Gubernur DKI Jakarta (saat itu) Ir. Joko Widodo dapat mendatangan keuntungan yang cukup besar. Menurut berita online Tempo yang beredar pada tanggal 26 Oktober 2013, pada acara Seminar dialog Tokoh “Hutan untuk Kemakmuran Rakyat” yang diadakan di Balairung Gedung Pusat UGM sang gubernur memaparkan  keuntungan dari menanam pohon sengon yang berdasarkan perhitungan beliau, untungnya cukup besar.

Untuk itu beliau menganjurkan agar semua kepala pemerintah daerah dapat mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan yang kosong dan dapat ditanami pohon sengon atau pohon jati. Dengan menanam di lahan tidak produktif, akan mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi masyarakat. Kita sendiri mengetahui banyak masyarakat yang membiarkan lahan yang dipunyai menganggur, tidak ditanami tanaman produktif hanya karena tidak sempat merawat, tidak mengetahui manfaatnya atau karena ketiadaan biaya untuk membeli bibit dan pupuk.

Menurut beliau yang merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980, bahkan yakin jika para kepala daerah serius mengkampanyekan penanaman massal pohon sengon maka banyak masyarakat yang kesejahteraan hidupnya meningkat dan hutan yang ada di Indonesia dapat terbebas dari kepentingan industri yang banyak membutuhkan kayu sengon.

Menurut beliau yang kelak menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, program penanaman sengon dan jati secara massal akan menghasilkan keuntungan bagi masyarakat jika disertai petunjuk atau metode cara penanaman yang sudah diteliti para akademisi.  Dengan adanya metode penanaman yang modern dan terarah, maka kita mempunyai kemungkinan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, pola penanganan yang tepat terhadap penyakit dan pemasaran kayu sengon dengan harga yang optimal.

Selama ini kayu sengon banyak dibutuhkan diberbagai bidang sehingga mempunyai daya serap yang tinggi dalam menampung hasil hutan rakyat. Tersedianya berbagai jenis bibit sengon yang berkualitas, dengan berbagai varian harga dan keunggulan. Sementara pasokan kayu sengon masih sangat kurang. Hal ini menjadi peluang pasar yang sangat bagus. Dari para petani sengon hingga para akademisi setelah lulus kuliahpun tidak akan risau mencari pekerjaan karena bidang kehutanan dan industri kayu maju pesat.

Menurut perhitungan beliau,  jika penanaman pohon sengon dilahan seluas satu hektar selama 5 tahun akanmenghasilkan keuntungan sebesar Rp867,000,000. Artinya dalam satu tahun ada keuntungan sebesar Rp173,000,000 dan jika dibagi dalam satu tahun maka akan menghasilakan keuntungan per bulan sebesar Rp14,000,000. Perhitungan diatas berlaku jika lahan dimiliki oleh masyarakat sendiri. Jika lahan sewa, setelah dikurangi biaya sewa lahan, akan tetap menghasilkan keuntungan yang besar.

Menurut perhitungan beliau, dalam satu hektar dapat ditanami 2500 pohon sengon yang artinya jarak antar tanaman sekitar  2 x 2 m2. Untuk biaya investasi seperti pembelian bibit, perawatan tanaman, penyulaman, pemupukan dan tenaga kerja selama 5 tahun membutuhkan dana lebih dari 32 juta. Jika kita kalkulasi, untuk satu pohon sengon menghasilkan kayu 0,8 meter kubik dengan harga Rp450,000. Bila dalam satu lahan terdapat tanaman sebanyak 2500 batang maka dalam 5 tahun akan menghasilkan sekitar 900 juta rupiah.

Setelah dikurangi biaya investasi sebesar 32 juta lebih maka akan menghasilkan keuntungan sebesar hampir Rp. 867.000.000,00. Jadi keuntungan dengan menanam sengon sangat besar, maka tidak heran bila pemerintah sangat menganjurkan untuk penghijauan dan program penanaman sejuta pohon hal tersebut untuk meningkatkan taraf hidup petani dan pemilik lahan. Di samping itu memudahkan pelaku usaha dan industri dalam mendapatkan kayu sengon yang berkualitas.

Sekarang ini lahan tanaman sengon dapat ditanami dengan jenis tanaman lain dengan sistem tumpangsari. Jenis tanaman pendukung tersebut antara lain kacang –kacangan dan sayuran. Sehingga untuk jangka pendek petani tetap mendapat pemasukan dari tanaman pendukung tersebut. Selain pohon sengon, kita juga dapat menanam pohon jati untuk meningkatkan pendapatan. Apalagi sekarang ini sudah ada jenis pohon jati yang dapat dipanen dalam kurun waktu 5 tahun dari waktu penanaman.

Untuk itu kita perlu merubah pandangan masyarakat yang hobi menebang hutan untuk dijadikan bahan baku berbagai kebutuhan namun kita harus menanam pohon dahulu untuk dijadikan hutan produksi, baru kita dapat memanen setelah tiba waktunya.

Pada kesempatan itu juga diperkenalkan  pohon jati varian baru hasil temuan dari riset tim Fakultas kehutanan UGM. Pohon jati tersebut mempunyai mempunyai keistimewaan yaitu dapat dipanen pada umur 5 tahun. Pada umumnya kayu jati baru dipanen pada umur 20 tahun. Jadi ini merupakan penemuan yang spektakuler yang patut dibanggakan sebagai penemuan putra terbaik bangsa.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Cara Praktis Membuat Bibit Sengon Solomon Sendiri

Cara Praktis Membuat Bibit Sengon Solomon Sendiri

Dewasa ini kebutuhan sengon untuk kebutuhan industri, mebel dan rumah tangga makin meningkat. Sementara produksi  pohon sengon masih terbatas. Untuk itu perlu penanaman sengon dalam jumlah besar untuk mencukupi kebutuhan kayu sengon yang makin meningkat. Pemerintah sendiri mengkampanyekan sejuta penanaman pohon termasuk diantaranya sengon. Di samping untuk memenuhi permintaan kayu

Diantara jenis kayu sengon, yang paling unggul adalah jenis sengon solomon. Sengon solomon berasal dari kepulauan Solomon yang berada di Samudera Pasifik. Sengon solomon mempunyai banyak keunggulan dibandingkan sengon laut atau sengon lokal lainnya.

Diantara kelebihan sengon solomon adalah:

  1. Dapat dipanen lebih cepat dibandingkan sengon lokal. Pada umumnya sengon solomon pada umur 5 tahun sudah dapat dipanen dengan diameter rata-rata 50 cm. Sedangkan sengon lokal pada umumnya dapat dipanen pada umur 7 tahun bahkan lebih dengan diameter rata-rata dibawah sengon solomon.
  2. Sengon solomon mampu beradaptasi dan hidup dengan baik di lahan yang kondisi tanahnya lebih gersang. Sehingga dapat di tanam pada lahan yang kurang subur atau lahan yang kurang produktif.
  3. Sengon solomon lebih tahan terhadap serangan penyakit.
  4. Mempunyai pertumbuhaan yang lebih cepat di bandingkan sengon lokal.
  5. Mempunyai batang yang tidak bercabang (bebas cabang) yang lebih panjang di bandingkan sengon lokal.
  6. Diameter lebih besar dibandingkan sengon lainnya.
  7. Batangnya lebih lurus dan lebih halus permukaan kulitnya.

Dengan berbagai kelebihan tersebut sangat wajar bila banyak masyarakat yang beralih menggunakan bibit sengon solomon. Hal tersebut menjadi pasar yang sangat potensial.  Apalagi penjual benih bibit sengon solomon masih sangat terbatas. Maka tidak salah bila kita membuat sendiri benih bibit sengon solomon.

Cara membuat atau menyemai sengon solomon ternyata cukup mudah dan tidak rumit. Dengan membeli benih atau biji seberat  satu ons saja kita akan mendapatkan sekitar 2000- 2400 benih sengon solomon dengan presentase sekiitar 90.

 

Berikut cara pembuatan benih sengon solomon:

  1. Pada pagi hari, benih sengon terlebh dahulu di rendam dalam air panas (90 ◦C) selama 2- 4 menit.
  2. Setelah 4 menit, kita perlu menambahkan air dingin ke dalam rendaman benih. Kemudian rendam kembali selama 6 – 12 jam.
  3. Setelah 12 jam kemudian, periksa hasil rendaman. Bila kita mendapati ada benih yang mengambang, maka kita perlu membuang benih tersebut karena bila kita jadikan benih tidak akan tumbuh. Untuk benih yang tenggelam/ tidak mengambang, kita perlu membersihkan lendirnya dengan cara membasuhnya menggunakan air bersih.
  4. Benih tersebut kita pindahkan ke dalam tempat/ wadah dan ditutup dengan kain basah selama 36 jam.
  5. Setelah 36 jam, biarkan kecambah tumbuh sekitar 0, 5- 1 cm.Biasanya setelah 2- 4 hari, kecambah akan tumbuh daun. Baru kemudian kita dapat memindahkan ke dalam polybag.
  6. Pada saat kita memindahkan ke dalam polybag dengan posisi kecambah berada di bagian bawah. Pada saat memindahkan , cukup ditimbun ringan sebatas akar kecambah.
  7. Pada bagian atas kecambah perlu diberi jerami agar kecambah terlindung dari sinar matahari langsung yang bisa menyebabkan biji kecambah dan tetap dalam kondisi lembab.

Jika pada musim hujan, kita perlu membuatkan naungan dari plastik berbentuk kubah. Sedangkan jika pada musim kemarau kita tidak perlu membuatkan naungan dari plastik.

  1. Setelah seminggu, biasanya sudah tumbuh tunas. Pada umur 1bulan, benih dapat diberi pupuk NPK dengan dosis yang rendah. Bisa juga diberi pupuk organik cair. Pada umur 4 bulan, benih siap tanam.

Demikian cara membuat benih sengon solomon. Dengan membuat sendiri benih yang akan kita tanam, maka akan mengurangi pengeluaran karena biasanya benih yang siap tanam harganya lebih mahal dibandingkan benih yang masih berbentuk biji.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Pengapuran Tanah Asam Pada lahan yang akan Ditanami Kayu Sengon

Pengapuran Tanah Asam Pada lahan yang akan Ditanami Kayu Sengon

Kayu sengon termasuk jenis kayu yang dapat tumbuh di lahan basah maupun lahan yang kering. Kayu yang bergantung pada lahan basah biasanya dari jenis sengon buto/ abang, sengon tekik dan sengon laut. Sedangkan sengon jenis solomon mempunyai kelebihan dapat tumbuh di lahan yang lebih gersang. Di samping itu mempunyai  daya tahan terhadap penyakit yang lebih bagus di bandingkan jenis sengon lain. Namun, ada kondisi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan kayu sengon yaitu lahan dengan kadar keasaman atau pH asam yang sangat rendah.

Lahan dengan kadar asam yang rendah hanya menjadi lahan tidur. Kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengolah lahan dengan pH rendah menjadikan lahan tersebut terlantar dan tidak bisa menjadi lahan produktif. Dengan pemberian kapur maka kita dapat mendayagunakan lahan terlantar menjadi lahan produktif yang dapat mendatangkan penghasilan tambahan.

Kadar keasaman yang rendah sangat mempengaruhi pertumbuhan. Untuk itu agar pertumbuhan sengon dapat optimal maka pH tanah harus di netralkan terlebih dahulu. Sebelum menetralkan tanah, kita harus mengetahui terlebih dahulu pH dengan menggunakan alat yang tersedia di toko pertanian terdekat.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Pengertian Tanah Asam

Tanah asam adalah tanah berkadar asam rendah (pH di bawah 6). Semakin rendah pH tanah maka semakin ekstrim keasamannya.

Apa saja kendala apabila menaman pohon sengon dilahan yang kadar asamnya rendah?

Kendala lahan dengan tanah asam yang rendah:

  • Tanah dengan pH rendah tidak mempunyai unsur hara makro ( N, P, K, Ca, Mg) tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Tanah dengan kadar asam rendah juga mengakibatkan efektivitas dan efisiensi pemupukan makro ( urea, TSP, KCL) juga rendah.
  • Beberapa unsur tanah seperti Al dan Fe tersedia berlebih sehingga mengakibatkan keracunan pada tanaman.
  • Menghambat perkembangan mikroorganisme tanah.

Untuk itu, untuk mengoptimalkan pertumbuhan sengon maka perlu perbaikan pH tanah. Untuk memperbaiki pH tanah bisa menyelesaikan masalah kesuburan tanah sekitar 50 %.Caranya dengan memberi kapur pertanian atau dolomit. Dolomit tersedia di berbagai toko pertanian terdekat. Ada beberapa merek lain yang tersedia di pasaran.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pengapuran di lakukan minimal 2 minggu sebelum musim tanam
  2. Bahan kapur termasuk bahan yang mempunyai reaksi lambat terhadap tanah
  3. Setelah pengapuran sebaiknya tanah segera dicangkul agar kapur dan tanah bisa merata. Dan pencampuran itu bisa meresap hingga ke daerah perakaran tanaman.
  4. Setelah proses pencampuran kapur dan tanah, segera dilakukan proses pengairan.
  5. Proses tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk itu kita tidak bisa mengharapkan hasil yang cepat.
  6. Untuk dosis berkisar 500 kg/ Ha – 2 ton/ ha tergantung kadar keasaman tanah. Semakin rendah kadar keasaman tanah maka pemberian dolomit akan semakin banyak. Untuk itu pengukuran pH asam sangat perlu di lakukan.

Pohon Sengon

Jika kita telah melakukan pengapuran sesuai dengan ketentuan dan dosis yang dianjurkan barulah kita dapat menanam sengon pada lahan tersebut. Memang butuh perjuangan dan perawatan agar lahan tersebut cocok untuk di tanami berbagai jenis tumbuhan.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Upaya Meningkatkan Produktivitas dengan Menanam Pohon Sengon Pada Lahan Kritis

Upaya Meningkatkan Produktivitas dengan Menanam Pohon Sengon Pada Lahan Kritis

Lahan kritis adalah lahan yang mengalami kerusakan secara fisik, kimia dan biologi  sehingga kehilangan nilai ekonomisnya. Lahan kritis ternyata minus unsur hara. Untuk itu lahan kritis sering di abaikan oleh masyarakat karena dinilai tidak produktif. Jika di olah tentu membutuhkan banyak sekali biaya guna tercukupinya tanaman akan unsur hara.

Namun ada upaya untuk memulihkan atau konservasi lahan kritis dengan cara menanam pohon lebih rapat dari biasanya. Dengan menanam rapat maka akan menutupi permukaan tanah lebih cepat. Penutupan tanah oleh tanaman akan mengurangi penguapan air tanah. Di samping itu bisa mengurangi aliran air saat hujan lebat tiba. Daun sengon yang berjatuhan justru membawa keuntungan karena bisa menjadi pupuk hijau dan menjadi tempat bagi biota tanah seperti cacing.

Pohon sengon sangat cocok ditanam di lahan kritis karena bakteri Rhizobium sp yang ada di akar sengon dapat mengikat nitrogen dan berperan pengganti urea. Untuk lahan kritis dan mempunyai kemiringan yang cukup curam sebaiknya penanaman menggunakan sistem tumpang sari.

Budidaya-tanaman-sengon-lapak-nasa

Pupuk untuk memacu pertumbuhan

Untuk lahan kritis, perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Untuk 10 hektar tanah lahan kritis maka kita perlu menaburkan 6,7 ton kapur dan 6,7 ton pupuk organik yang terdiri dari kotoran kambing dan sapi ke lahan kritis. Kita juga perlu menaburkan  66,7 kg campuran pupuk ZA, NPK dan KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Lahan kritis ditanami sengon dalam jumlah banyak sekitar 3700 bibit per hektar.

Pembuatan gundukan

Sebelum kita menanam sengon, lahan yang kita olah dibuat gundukan setinggi 30 cm dan lebar 60 cm. Jarak antar gundukan sekitar 1 meter. Pada gundukan dibuat lubang untuk tempat menanam benih. Setelah 2 minggu, lahan dapat ditanami tanaman pendukung seperti cabe terlebih dahulu. Setelah cabe berumur 3 bulan, pohon sengon dapat mulai ditanam. Benih pohon sengon yang ditanam yang mempunyai tinggi sekitar 30 cm. Penanaman pohon sengon sebaiknya pada awal musim hujan atau setidaknya 2 bulan menjelang musim kemarau.

Salah satu keuntungan menggunakan sistem tumpangsari  yaitu kita bisa mengerjakan satu pekerjaan untuk 2 jenis tanaman berbeda sekaligus. Seperti menyiangi tanaman. Cabe dipanen beberapa kali, setelah masa panen sudah habis, batang cabe dapat dicabut. Sedangkan sengon sudah mulai tumbuh lebih besar.  Dengan sistem tumpangsari maka akan menekan bibit sengon sekitar 10-30%. Hal itu karena bibit sengon memperoleh pupuk dari pemupukan cabe.

Untuk sengon bisa disiangi minimal 6 bulan sekali. Setelah penyiangan maka kita memberi pupuk urea, kalium dan fosfat. Pemberian pupuk tersebut berlanjut hingga sengon berumur 3 tahun.

Sistem penjarangan tanaman

Seperti halnya pada lahan subur, penanaman pohon sengon di lahan kritis juga perlu penjarangan. Pada lahan kritis, penjarangan dilakukan setelah pohon sengon berumur 2 tahun. Pada saat kita melakukan penjarangan, kita harus melakukannya dengan hati-hati agar pohon yang ada di sekitar tidak mengenai tajuk lain. Yang sebaiknya ditebang adalah pohon yang pertumbuhan di bawah rata-rata.

Pada saat melakukan penjarangan pada umur 2 tahun akan berbeda jika kita melakukan penjarangan pada umur 3 -5 tahun. Pada umur 2 tahun, penjarangan dengan cara ditebang dalam satu baris. Sedangkan pada umur 3-5 tahun, penjarangan dalam satu barisan dibuat berselang-seling.

Mengatasi hama pada sengon

Pada umur 5 bulanan, tetap dilakukan penjarangan yang dilakukan pada pohon yang berdiameter besar. Penjarangan dilakukan untuk memperkecil resiko terhadap hama seperti boktor Xystrocera festiva. Hama ini mempunyai daya jelajah yang tinggi. Boktor bisa mencapai 2 meter – 4 meter sekali terbang. Maka jika tajuk pohon sengon semakin rapat, maka resiko terjangkitnya penyakit boktor akan semakin besar. Boktor dapat bertelur di kayu sengon, yang berakibat rusaknya kayu. Sehingga kayu tidak layak jual.

Pohon Sengon

Pohon Sengon

Di samping serangan boktor, serangan karat puru juga perlu di waspadai. Hal itu disebabkan oleh kelembaban yang tinggi pada tanaman rapat yang bisa menyebabkan tumbuhnya cendawan Uromycladium tepperianum yang merupakan penyebab karat puru atau karat tumor. Untuk menceganya, maka sanitasi kebun perlu diperhatikan dengan seksama. Dengan memperhatikan sanitasi kebun, maka akan memperkecil terjadainya hama. Dengan demikian produktivitas kayu sengon bisa meningkat.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

 

085 748 491242

Kata Terkait : Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

Kayu Sengon yang Membuat Untung Besar

Kayu Sengon yang Membuat Untung Besar

Kayu sengon yang kita tanam ternyata akan memberikan keuntungan yang besar kalau kita cermat dalam menghitung usaha kayu sengon ini. Kayu sengon sangatlah tepat untuk di tanam di lahan-lahan kosong yang banyak di daerah. Dengan pengelolaan yang mudah kayu sengon akan cepat menghasilkan keuntungan

Penanaman pohon sengon di lahan-lahan kosong akan berdampak kepada berkurangnya ilegal logging karena di saat yang bersamaan kebutuhan kayu sengon akan tercukupi dan mengganti kebutuhan kayu lainya. Kayu sengon memang sudah menjadi hal biasa untuk menggantikan kayu keras lainya. Karena kayu sengon yang harganya lebih murah ini tetap mempunyai kwalitas yang unggul.

Jika penanam modal tidak punya lahan untuk membudidayakan kayu sengon ini. Ada solusi lain untuk budidaya kayu sengon yakni dengan menyewa lahan untuk budidaya kayu sengon. Secara matematis dalam budidaya kayu sengon dengan sistem sewa lahan ternyata kita masih mendapatkan untung yang lumayan dari hasil kayu sengon ini.

Ada yang menghitungan dengan memperkirakan setiap satu pohon sengon menghasilkan kayu sengon sebanyak 0,8 meter kubik yang kini bisa dibeli pasar dengan harga Rp 450.000. Apabila ada 2.500 pohon, maka omzet lahan tanaman sengon seluas satu hektar, yang bisa dipanen setelah lima tahun, mencapai Rp900 juta. Dikurangi biaya investasi Rp 32 juta, ketemu untung senilai Rp 867 juta. Untung kayu sengon yang menyentuh angka fantastis.

Budidaya kayu sengon ini juga bisa di kombinasikan dengan kayu lain dengan mengunakan sistem tumpang sari. Kayu sengon yang bisa tumbuh cepat bisa di gabungkan dengan kayu jati yang membutuhkan waktu tumbuh lebih lama. Ini merupakan ide yang cerdas menanam kayu sengon untuk memaksimalkan manfaat lahan.

Perlunya merubah pola pikir menanam dulu baru di tebang sangat diperlukan di budidaya kayu sengon ini. Saat Anda ingin kayu sengon olahan seperti papan sengon dan lain sebagainya silahkan hubungi kami:

TOKO KAYU SENGON “ALBASIA”
Jl. Kaliurang KM 17, No 19, Pakem, Sleman, Yogyakarta

CALL/SMS

085-748- 491-242

 

kata terkait:

pohon jabon, sengon, pohon sengon, harga kayu sengon, investasi sengon