Gurihnya Budidaya Sengon Solomon

Gurihnya Budidaya Sengon Solomon

Salah satu jenis tanaman kayu yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di pulau Jawa adalah sengon. Tanaman ini banyak dibudidayakan di hutan rakyat dengan pola agroforestri maupun tegakan homogen. Sengon banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Jawa dikarenakan masak tebangnya relatif pendek (4-5 tahun), mudah perawatannya serta tidak memerlukan tempat tumbuh yang khusus, kayunya serbaguna, membantu menyuburkan tanah, memperbaiki kualitas lahan, serta memberikan keuntungan yang tinggi dikarenakan kayu sengon banyak digunakan untuk kayu pertukangan, bahan bangunan ringan, bahan baku pulp dan kertas, peti kemas, papan partikel dan daunnya sebagai pakan ternak.

Sengon termasuk jenis tanaman cepat tumbuh (fast-growing tree species). Di saat kebutuhan bahan baku industri kayu yang berasal dari hutan alam semakin menurun, sengon diharapkan sebagai penyedia bahan baku untuk kebutuhan tersebut. Beberapa tahun terakhir, jumlah tanaman sengon yang dibudidayakan semakin meningkat baik dalam skala kecil maupun besar. Berdasarkan data dari Kementrian Kehutanan (2004), jumlah tanaman sengon yang dibudidayakan di hutan rakyat tercatat sebesar 60 % populasi berada di propinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Habitat alami sengon di Indonesia berada di Pulau Papua dan kepulauan sekitarnya. Sengon secara alami juga tumbuh di Papua Nugini, Selandia Baru, dan di kepulauan Solomon. Tanaman dari keluarga Fabaceae ini termasuk salah satu spesies paling cepat tumbuh di dunia, mampu tumbuh 8 m/ tahun dalam tahun pertama penanaman. Saat ini di masyarakat telah banyak dibudidayakan pohon sengon dari beberapa provenan (asal tumbuh) salah satunya adalah sengon yang berasal dari kepulauan Solomon. Sengon solomon dikenal memiliki pertumbuhan tiga kali lipat dibandingkan dengan sengon lokal.

Sengon solomon mampu tumbuh mulai dari pantai sampai ketinggian 1600 mdpl. Namun, tempat tumbuh optimal pada kisaran 0-800 mdpl. Di Pulau Jawa sendiri, sengon diduga tumbuh paling baik pada ketinggian antara 250-400 mdpl, pada iklim lembab panas dengan suhu rata-rata per tahun berkisar antara 26°-30° C. Sengon solomon mampu tumbuh pada lahan kurang subur dan tanpa pemupukan, namun tumbuh tidak baik pada lahan dengan drainase yang jelek.

Sengon solomon tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering. Curah hujan rata-rata yang cocok untuk tanaman ini adalah 2000-2700 mm. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai jenis tanah, mulai dari yang berdrainase jelek hingga yang baik, serta dari yang tanah miskin hara hingga tanah subur. Pada tanah yang basah maupun relatif kering, pertumbuhan sengon relatif cepat karena perakarannya tahan terhdap kekurangan zat asam. Sedangkan pada tanah vulkanis yang subur seperti tanah lahar sengon tumbuh dengan memuaskan. Persyaratan tekstur tanah yang sesuai bagi sengon adalah lempung dengan derajat keasaman tanah berkisar netral sampai asam.

Melihat syarat pertumbuhan sengon solomon tersebut menyebabkan sengon solomon tumbuh dengan baik di Pulau Jawa. Adanya permintaan bahan baku industri yang semakin meningkat, menyebabkan peningkatan jumlah lahan budidaya sengon di hutan rakyat. Hal ini tentunya menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s