Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Penanaman Pohon Sengon dengan Sistem Tunggul atau Coppies agar Dapat di Panen Pada Umur 3 Tahun

Pada umumnya kayu sengon dapat dipanen pada umur diatas 7 tahun. Di antara jenis kayu sengon, hanya jenis sengon solomon yang dapat dipanen pada umur 5 tahun dengan diameter sekitar 50 cm. Sedangkan pada jenis sengon lainnya, pada umur 5 tahun, diameter pohon berkisar antar 20- 25 cm saja. Namun sekarang ada pohon sengon yang dapat dipanen pada umur 3 tahun.  Setelah ditelusuri ternyata hal itu bukan disebabkan karena varietas unggul namun karena menerapkan teknologi tunggul atau coppies.

Mungkin banyak yang kurang mengerti seperti apa teknologi tunggul atau coppies itu? Jadi pada tahap awal kita menanam pohon sengon secara konvensional pada lahan seluas 1 hektar. Pola tanaman sama seperti saat kita menanam sengon pada umumnya. Setelah umur tanaman berkisar 5 tahun, kita dapat memanen pohon sengon yang kita tanam. Bedanya,bila pada umumnya kita memangkas habis hingga pangkal pohon, maka jika kita menggunakan teknologi tunggul atau coppies kita harus menyisakan pangkal batang setinggi 10 cm dari atas permukaan tanah dengan kemiringan batang sekitar 45◦.

Kayu Sengon

Kayu Sengon

Menebang dengan metode miring

Menurut guru besar Fakultas Kehutanan  Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar MSc, ketinggian tunggul 10 cm cukup ideal. Dengan luka potong sekitar 10 cm dari permukaan tanah maka ada kemungkinan  tunas akan muncul. Sebaliknya bila luka potong terlalu mendekati permukaan tanah dengan posisi rata maka tunggul akan cepat mati. Jika memotong terlalu tinggi juga beresiko tunas yang muncul akan mudah tertiup angin.

Pohon dengan nama latin Paraserianthes falcataria ini dipotong dengan sudut kemiringan 45◦ untuk mencegah genangan air diatas luka tebangan, terutama pada saat musim hujan. Sengon termasuk tanaman yang sangat menyukai sinar matahari sehingga bila kondisi lingkungan atau luka bekas tebangan lembab maka akan menyebabkan tunggul cepat menjadi busuk. Dan hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan tunas.

Setelah 2 minggu kemudian, beberapa tunas akan tumbuh pada tunggul. Kita bisa menyeleksi beberapa tunas itu dan menyisakan satu tunas terbaik yang mempunyai kriteria bebas hama dan penyakit, berbatang lurus dan kokoh dan dekat dengan permukaan tanah. Alasannya karena letak tunas yang dekat dengan sumber unsur hara, tunas juga akan cepat menyatu dengan tunggul utama.

Sebulan kemudian, tunas setinggi 30-50 cm akan tumbuh dan bisa kita berikan pupuk kandang dengan dosis  5 kg per batang. Pada tahun pertama dan kedua, pemberian pupuk dosis 3 kali per tahun. Pada tahun ketiga, pohon sengon tersebut tidak perlu diberikan pupuk lagi. Karena pada tahun ketiga kita sudah dapat memanen pohon sengon kita.

Mempunyai sistem perakaran yang kuat

Sistem tunggul atau coppies sebenarnya termasuk teknologi lama. Hanya saja penerapan dalam jumlah yang besar yang belum disosialisasikan. Untuk penerapan teknologi tunggul pada umumnya untuk lahan 2- 3 hektar. Untuk penerapan dalam skala besar memang belum umum dilakukan. Hal itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi oleh pemerintah dan dinas terkait.

Teknologi tunggul mempunyai keunggulan diantaranya:

  1. Masa panen lebih cepat dibandingkan pada panen perdana/ panen dengan penanaman sengon metode konvensional.
  2. Pertumbuhan tanaman sengon bongsor/ cepat besar. Hal itu disebabkan tunas adventif hasil seleksi tumbuh karena sudah tersedia cadangan makanan dan hormon penunjang pertumbuhan sehingga panen lebih cepat di bandingkan sistem konvensional.
  3. Lebih hemat karena dari satu bibit bisa panen 3-4 kali. Jadi kita hanya perlu mengeluarkan biaya untuk bibit pertama saja, setelah itu tidak perlu ditanami bibit lagi.
  4. Kualitas kayu sengon hasil penanaman sistem tunggul lebih bagus dibandingkan kualitas kayu pada penanaman pertama/ konvensional atau perbanyakan dengan biji. Hal ini disebabkan kayu tunggul berasal dari seleksi tunas adventif yang sehat.

Akar pohon sengon pada panen pertama berperan dalam penyerapan nutrisi. Untuk itu pertumbuhan pohon sengon pada sistem tunggul menjadi lebih cepat. Selain itu biaya perawatan dapat ditekan karena pemberian pupuk kandang hanya pada tahun pertama dan kedua. Pada tahun ketiga sudah tidak perlu karena sudah memasuki masa panen.

Setelah 3-4 kali panen, barulah kita perlu mengganti dengan bibit yang baru. Pohon yang berkali-kali di panen sudah memasuki masa penuaan yang fungsi sel terhambat sehingga dapat mempengaruhi perkembangan tunas.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat menanam dengan teknik tunggul:

  1. Pemupukan dan perawatan sangat mutlak diperlukan karena bila tanah yang mengandung unsur hara dan mineral tidak diperbaiki maka akan mengurangi kesuburan.
  2. Pertumbuhan tunas perlu diperhatikan. Jika ada gejala penyakit karat puru atau ulat kayu perlu di pangkas. Setelah pemangkasan biasanya akan tumbuh tunas baru. Pemantauan perlu di lakukan minimal 2 minggu sekali.

Bila kita mau menerapkan hal tersebut maka kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan sekali kita menanam benih, untuk selanjutnya kita tinggal merawat dan memeliharanya saja. Sengon dengan teknik tunggul dapat digunakan hingga umur tanaman 15 tahun. Sedangkan bila berumur lebih dari itu harus diganti dengan bibit yang baru.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: