Bisnis Sengon yang Menguntungkan Menurut Ir. Joko Widodo

Bisnis Sengon yang Menguntungkan Menurut Ir. Joko Widodo

Berbisnis sengon menurut Gubernur DKI Jakarta (saat itu) Ir. Joko Widodo dapat mendatangan keuntungan yang cukup besar. Menurut berita online Tempo yang beredar pada tanggal 26 Oktober 2013, pada acara Seminar dialog Tokoh “Hutan untuk Kemakmuran Rakyat” yang diadakan di Balairung Gedung Pusat UGM sang gubernur memaparkan  keuntungan dari menanam pohon sengon yang berdasarkan perhitungan beliau, untungnya cukup besar.

Untuk itu beliau menganjurkan agar semua kepala pemerintah daerah dapat mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan yang kosong dan dapat ditanami pohon sengon atau pohon jati. Dengan menanam di lahan tidak produktif, akan mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi masyarakat. Kita sendiri mengetahui banyak masyarakat yang membiarkan lahan yang dipunyai menganggur, tidak ditanami tanaman produktif hanya karena tidak sempat merawat, tidak mengetahui manfaatnya atau karena ketiadaan biaya untuk membeli bibit dan pupuk.

Menurut beliau yang merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980, bahkan yakin jika para kepala daerah serius mengkampanyekan penanaman massal pohon sengon maka banyak masyarakat yang kesejahteraan hidupnya meningkat dan hutan yang ada di Indonesia dapat terbebas dari kepentingan industri yang banyak membutuhkan kayu sengon.

Menurut beliau yang kelak menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, program penanaman sengon dan jati secara massal akan menghasilkan keuntungan bagi masyarakat jika disertai petunjuk atau metode cara penanaman yang sudah diteliti para akademisi.  Dengan adanya metode penanaman yang modern dan terarah, maka kita mempunyai kemungkinan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, pola penanganan yang tepat terhadap penyakit dan pemasaran kayu sengon dengan harga yang optimal.

Selama ini kayu sengon banyak dibutuhkan diberbagai bidang sehingga mempunyai daya serap yang tinggi dalam menampung hasil hutan rakyat. Tersedianya berbagai jenis bibit sengon yang berkualitas, dengan berbagai varian harga dan keunggulan. Sementara pasokan kayu sengon masih sangat kurang. Hal ini menjadi peluang pasar yang sangat bagus. Dari para petani sengon hingga para akademisi setelah lulus kuliahpun tidak akan risau mencari pekerjaan karena bidang kehutanan dan industri kayu maju pesat.

Menurut perhitungan beliau,  jika penanaman pohon sengon dilahan seluas satu hektar selama 5 tahun akanmenghasilkan keuntungan sebesar Rp867,000,000. Artinya dalam satu tahun ada keuntungan sebesar Rp173,000,000 dan jika dibagi dalam satu tahun maka akan menghasilakan keuntungan per bulan sebesar Rp14,000,000. Perhitungan diatas berlaku jika lahan dimiliki oleh masyarakat sendiri. Jika lahan sewa, setelah dikurangi biaya sewa lahan, akan tetap menghasilkan keuntungan yang besar.

Menurut perhitungan beliau, dalam satu hektar dapat ditanami 2500 pohon sengon yang artinya jarak antar tanaman sekitar  2 x 2 m2. Untuk biaya investasi seperti pembelian bibit, perawatan tanaman, penyulaman, pemupukan dan tenaga kerja selama 5 tahun membutuhkan dana lebih dari 32 juta. Jika kita kalkulasi, untuk satu pohon sengon menghasilkan kayu 0,8 meter kubik dengan harga Rp450,000. Bila dalam satu lahan terdapat tanaman sebanyak 2500 batang maka dalam 5 tahun akan menghasilkan sekitar 900 juta rupiah.

Setelah dikurangi biaya investasi sebesar 32 juta lebih maka akan menghasilkan keuntungan sebesar hampir Rp. 867.000.000,00. Jadi keuntungan dengan menanam sengon sangat besar, maka tidak heran bila pemerintah sangat menganjurkan untuk penghijauan dan program penanaman sejuta pohon hal tersebut untuk meningkatkan taraf hidup petani dan pemilik lahan. Di samping itu memudahkan pelaku usaha dan industri dalam mendapatkan kayu sengon yang berkualitas.

Sekarang ini lahan tanaman sengon dapat ditanami dengan jenis tanaman lain dengan sistem tumpangsari. Jenis tanaman pendukung tersebut antara lain kacang –kacangan dan sayuran. Sehingga untuk jangka pendek petani tetap mendapat pemasukan dari tanaman pendukung tersebut. Selain pohon sengon, kita juga dapat menanam pohon jati untuk meningkatkan pendapatan. Apalagi sekarang ini sudah ada jenis pohon jati yang dapat dipanen dalam kurun waktu 5 tahun dari waktu penanaman.

Untuk itu kita perlu merubah pandangan masyarakat yang hobi menebang hutan untuk dijadikan bahan baku berbagai kebutuhan namun kita harus menanam pohon dahulu untuk dijadikan hutan produksi, baru kita dapat memanen setelah tiba waktunya.

Pada kesempatan itu juga diperkenalkan  pohon jati varian baru hasil temuan dari riset tim Fakultas kehutanan UGM. Pohon jati tersebut mempunyai mempunyai keistimewaan yaitu dapat dipanen pada umur 5 tahun. Pada umumnya kayu jati baru dipanen pada umur 20 tahun. Jadi ini merupakan penemuan yang spektakuler yang patut dibanggakan sebagai penemuan putra terbaik bangsa.

Dan jika anda menginginkan bibit kayu sengon, olahan kayu sengon maupun log kayu sengon dengan berbagai ukuran, kami menjual baik grosir maupun eceran. Silahkan hubungi kami di:

085 748 491242

Kata Terkait: Sengon, Pohon Sengon, Kayu Sengon, Harga Sengon, Budidaya Sengon, Jual Kayu Sengon, Jual Bibit Sengon, Harga Kayu Sengon, Harga Bibit Sengon

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: